Jendral Polisi kunjungi Posko Relawan Seknas Jokowi Kota Metro

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Posko Relawan Seknas Jokowi Kota Metro yang di Ketuai Andy Sakti, di Jl. Pattimura Kel. Banjarsari Kec. Metro Utara Kota Metro Provinsi Lampung, di kunjungi Dir. Pencegahan BNPT RI (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia) Brigadir Jenderal Polisi R. Ahmad Nurwahid, SE.,MM, dan Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, Jum’at (15/10) sore.

Kegiatan tersebut yakni dalam rangka kegiatan Seknas Jokowi, bertema diskusi Kebangsaan bersama Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, pada tanggal 14-16 Oktober 2021. yang di laksanakan pada tiga Kabupaten/Kota yaitu Kab. Lampung Timur, Kab.Lampung Tengah dan Kota Metro.

Pada kesempatan itu, Brigadir Jenderal Polisi R. Ahmad Nurwahid, S.E., M.M. menyampaikan, Arti dan Makna Pancasila secara luas.

“Pancasila adalah: Idiologi pemersatu bangsa, oleh para tokoh nasional, tokoh bangsa, amanah para ulama Islam, tokoh agama, yang merumuskan Pancasila yang digali dari nilai-nilai luhur agama dan budaya bangsa. Selain itu,menampung semua isme Idiologi yang ingin dipaksakan di Indonesia. Sudah teruji, paling tidak dari tahun 1945 – 1965. Dengan berbagai ujian Pancasila 15 kali pemberontakan yang ingin mengganti Idiologi negara. Mulai dari komunisme PKI Madiun, DITII, RMS, PRRI, PERMESTA dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Masih dikatakan, oleh Brigjen Pol R.Ahmad Nurwahid dalam kunjungan di Posko Seknas Jokowi Kota Metro, terkait jaringan terorisme di Indonesia.

“Berbicara tentang Terorisme itu bicara hilirnya bicara tindakannya. Perbuatan dan aksinya. Sementara jika bicara Radikalisme bicara paham yang menjiwainya paham yang menuju fase teroris. Jadi, semua teroris berpaham radikal, tetapi belum tentu orang terpaksa radikal menjadi teroris. Diperkirakan jaringan teroris di Indonesia ada 15 ribu orang. Mulai dari Jaringan JI, JAD, Mujahidin Indonesia Timur dan Barat. JI afiliasinya ke Alkaida, JAD afiliasinya ke ISIS,” kata Brigen Pol R.Ahmad Nurwahid.

Lebih lanjut, Brigjen Pol R.Ahmad Nurwahid menjelaskan, bahwa Bidang Polri telah melakukan banyak penindakan dalam menangkap para teroris.

“Polri dalam hal ini, Densus sebagai penegak hukum dibidang terorisme telah menangkap menindak untuk mencegah sebelum melakukan aksi. Dan juga, Densus dan BNPT berhasil mencegah lebih dari 1350 upaya aksi teror. Potensi kerawanan aksi teror sekitar 15 – 17 ribu. Jika saat ini, orang meminta BNPT dan Densus untuk bubar berarti orang tersebut adalah kelompok radikal atau teroris atau simpatisannya dan adalah kelompok tersebut,” jelasnya.

Terakhir, dalam penyampaiannya Brigjen Pol R.Ahmad Nurwahid, ia memaparkan penyebab timbulnya paham teroris di masyarakat.

“Akar permasalahan radikal terorisme adalah pemahaman agama yang menyimpang. Meskipun tidak semuanya berlatar belakang agama. Tetapi ada berlatar belakang politik. Seperti sparatis KKB, motifnya idiologi, politik dan gangguan keamanan. Oleh karena itu, terorisme bukan monopoli satu agama. Namun ada disetiap agama, sekte, disetiap kelompok. Bahkan potensial pada individu manusia, karena virus Idiologi radikal,” paparnya.

Sementara itu, Ken Setiawan selaku pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center mengajak masyarakat tidak terjerumus paham terorisme.

“Mari kita untuk kampanye bersama-sama untuk belajar agama kepada ahlinya. Jangan sampai jadi korban hoaks atau jadi pelaku karena turut menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Ketika beragama kita menjadi baik akhlaknya dan membuat orang tersenyum. Jadi, kalau kita jadi pemarah berarti kita belajar dengan orang yang salah,” kata Ken Setiawan.

Di sisi lain, Andy Sakti selaku Ketua Umum Posko Relawan Seknas Jokowi Kota Metro, juga mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan penting dalam menguatkan rasa cinta tanah air dan bangsa karena Cinta tanah air dan bangsa adalah bagian dari iman. Terpenting Pancasila adalah Idiologi pemersatu dengan segala keragaman ini menjadi sunatulloh, kodrat Illahi.

Turut hadir mewakili Wali Kota Metro, Asisten I menyampaikan, apresiasi atas terselenggaranya diskusi kebangsaan sebagai landasan yang kuat dan konsepsional untuk membangun kembali persatuan dan kesatuan bangsa.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *