Tidak ada pengecatan, diduga Kepsek SMP Xaverius Metro salahgunakan anggaran Sarpras

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Sejak pandemi Covid-19 lalu, banyak hal bisa terungkap dalam penyimpangan penggunaan dana BOS. Penyebabnya ada sebagian pihak sekolah yang diduga tidak menjalankan dana anggaran sesuai peruntukan.

Fakta ini yang terjadi di SMP Xaverius Metro, melalui informasi dari narasumber menyatakan, bahwa pihak sekolah (SMP Xaverius.red ) tidak pernah melakukan perawatan sarpras (sarana dan prasarana) sekolah selama bertahun-tahun. Padahal anggaran dana BOS mencakup perawatan sarpras selalu dikucurkan.

“Ngecat gedung, sudah lama pak. Bukan bulan dan tahun berapa. Kalau tidak salah, sudah lima tahun belum ngecat. Lima tahun ada, enggak diservis – servis. Karena agak sulit dana dari Yayasan itu. Ada lima tahun belum ngecat,” ungkat Suharmono, saat ditemui awak media, Sabtu ( 09/10) siang.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, dan guna memastikan akuratnya pemberitaan. Kemudian, tim media menemui Yuliana Anjar Asmarawati selaku Kepala SMP Xaverius Metro.

Saat ditemui, Anjar menyatakan terkait penggunaan dana BOS dalam komponen sarpras dan lainnya, bahwa pihak sekolah telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak yang berwenang.

Yuliana Anjar Asmarawati, Kepsek SMP Xaverius Metro.

“Terima kasih, bahwa kami telah di periksa oleh pihak inspektorat. Jadi tidak ada masalah dengan itu. Saya kira cukup kalau Inspektorat yang memeriksa dan memang jalurnya itu,” ungkap Anjar, Senin ( 11/10 ).

Menanggapi persoalan, bahwasanya informasi pihak sekolah tidak melakukan pengecatan. Anjar menampik hal itu, dan menyatakan segala bentuk laporan sudah sesuai.

“Ya enggak to ya, ini kan tahun kemarin. Silahkan saja, karena kami sudah diperiksa oleh dinas, sudah diperiksa inspektorat.Kami tunjukkan kepada mereka dan karena mereka pasti keliling. Ini semua sudah OK dan di ACC tidak ada masalah. Pokoknya tahun ini kami sudah diperiksa dua kali oleh inspektorat,” kilah Anjar kepada awak media.

Namun, apa yang dijelaskan Anjar Asmarawati selaku Kepala SMP Xaverius Metro sangatlah tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Terlihat jelas bahwa tidak ada perawatan. Gedung-gedung sekolah warna cat mulai pudar dan mengelupas. Selain itu, ada sebagian plapon kelas dan gedung mulai rusak.

Melihat kucuran anggaran dana BOS, cukuplah pantastis. Pada tahun 2020 pihak sekolah SMP Xaverius Metro, telah menerima anggaran dana BOS sebesar Rp. 344.080.000.- Salah satu komponen adalah biaya perbaikan sarana dan prasana sekolah Rp.98.666.048.

Kedepan, tim media akan menemui pihak inspektorat Kota Metro guna meminta penjelasan terkait apa saja dari hasil pemeriksaan penggunaan anggaran dana BOS terhadap sekolah SMP Xaverius Metro. Selain itu, juga diharapkan kepada Dinas Pendidikan Kota Metro dapat turun ke sekolah dan APH (Aparat Penegak Hukum) dapat ikut menindaklanjutinya.

 

 

Pewarta : MM/TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *