Kejari Toba Musnahkan Barang Bukti dari 121 Perkara Sejak Bulan Januari Hingga Oktober 2021

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba – Kejaksaan Negeri Toba melakukan pemusnahan barang bukti dari seluruh perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) sejak bulan Januari hingga Oktober 2021. Pemusnahan barang bukti yg digelar dihalaman kantor Kejaksaan Negeri Toba tersebut juga dihadiri oleh ketua Pengadilan Negeri Balige Lenny megawati napitupulu SH, MH, kepala Rutan balige, Pemkab Toba yang diwakili oleh kadis kesehatan dr juliwan hutapea, kepala balai POM dan Polres Toba yg diwakili oleh KBO narkoba IPTU L. Siahaan SH.

Kajari Toba Baringin Pasaribu SH MH menuturkan, terdapat 121 perkara yang sudah mereka tangani sejak bulan Januari hingga Oktober 2021.

“Kegiatan kita hari ini adalah pemusnahan barang bukti pada kasus yang terjadi antara bulan Januari 2021 hingga Oktober 2021,” sebut Baringin kepada Mitrapol pada, Selasa (19/10/2021).

Disebutkannya, seluruh perkara tersebut terbagi menjadi 3 bagian, yakni; tindak pidana narkotika, kamnegtibum, dan pidana oharda. Dari ketiga subperkara ini, tindak pidana narkotika mendominasi dengan jumlah perkara sebanyak 42 perkara.

Tampak terlihat barang bukti ditempatkan di atas meja dan sebagian lagi ditaruh di atas terpal yang siap dimusnahkan. Barang bukti berupa narkotika jenis sabu dan pil ekstasi dimasukkan ke dalam blender yang sudah terisi dengan air lalu dibuang. Sementara barang bukti yang benda tajam dipotong-potong.

“Barang bukti ini meliputi tiga subperkara; tindak pidana narkotika, kamnegtibum, dan pidana oharda. Jumlah total perkara 121 perkara. Dapat kami sebutkan untuk narkotika jenis sabu-sabu ada 36 perkara, untuk jenis ganja ada 3 perkara, dan untuk jenis pil ekstasi ada 3 perkara. Maka, total untuk perkara narkotika ada 42 perkara,” ungkapnya.

“Untuk perkara kantibum ada 56 perkara dan perkara oharda ada 23 perkara. Adapun pemusnahan barang bukti, kita mengundang pihak pengadilan, dinas kesehatan, rutan, balai POM, Polres, dan perwakilan masyarakat,” sambungnya.

Selain narkotika dan benda tajam, sejumlah barang bukti lainnya jug turut dihadirkan dan dibakar di tong yang sudah disediakan.

“Untuk narkotika jenis sabu dan ekstasi, kita musnahkan dengan menggunakan blender. Kalau ganja, kita bakar. Kita juga bakar beberapa barang bukti berupa pakaian, kertas, tas, dan beberapa yang lain,” terangnya.

“Apa yg kita lakukan ini merupakan amanat keputusan pengadilan, kalau barang bukti yang wajib dimusnahkan harus kita musnahkan. Jadi, ini merupakan amanah dari undang-undang dan diputuskan pengadilan,” terang Kajari.

Pewarta : Abdi.S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *