Bangkit Dari Masa Pandemi Covid-19 Pecinta Olahraga Floorball (AFI) Kembali Adakan Latihan Rutin

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Bangkit dari masa pandemi Covid-19 Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) adakan latihan rutin dan keliling ke tiap-tiap Sekolah yang ada di wilayah Jabodetabek, meski banyak yang belum tau tentang ekskul bola yang satu ini, walau Berbeda dengan olah raga Futsal atau Basket juga lain – lain yang ada di Indonesia, Rabu (27/10/2021).

Ketua Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) Eko Budianto, SH mengatakan, Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan, guna ajang persiapan Kejuaraan tingkat Provinsi Banten, tempatnya di SMAN 14 Pandeglang. Kelurahan Pandeglang Kabupaten Pandeglang Banten.

Lanjut ia olahraga ini memang belum banyak di kenal kalangan masyarakat, karena permainnya berbeda dari yang sudah ada di Indonesia, karena cara mainya menggunakan Ekskul dan bola, tapi ukurannya kecil, dan bukan disepak dengan kaki, Melainkan dengan tongkat, tapi ini juga bukan hockey, melainkan floorball,” ujarnya.

Masih Eko, Ekskul yang satu ini memang jarang terdengar, karena memang termasuk olahraga yang baru, Melihat dari sejarahnya, Floorball itu pertama kali dimainkan tahun 1960 di Swedia, pada tahun1986 Federasi internasionalnya baru diresmikan di Indonesia.

“masih hal yang sama, Floorball resmi masuk tahun 2009, ditandai dengan dibentuknya Indonesia Floorball Asociation 28 Oktober 2009,” jelasnya.

Olahraga ini gampang-gampang susah untuk dimainkan, pemainya tiap tim terdiri dari lima orang plus satu kiper. Dua tim bertanding banyak-banyakan memasukkan bola ke dalam gawang, caranya bola digiring dengan tongkat,” ungkap Eko.

Olahraga ini tidak salah kalau disebut sebagai saudara hockey soalnya mirip banget. Namun bedanya hockey menggunakan hockey puck Alias lempengan hitam kecil, sedangan floorball pakai bola kecil yang berlubang-lubang, floorball juga lebih aman, karena peralatannya yang ringan terbuat dari fiber maupun plastik,” Selain itu banyak teknik yang dapat dipelajari seperti teknik zorro dan dribble zigzag,” tandasnya.

Kapten tim Muhamad Rifky menambahkan, permainan ini terus meningkat karena semakin ke sini, makin banyak sekolah-sekolah yang menggagas floorball untuk dijadikan ekskul.

masih orang yang sama, di SMAN 13 Jakarta contohnya, tahun 2015, teman-teman di sana sepakat untuk mendirikan floorball. “Saat itu guru olahraga mengenalkan kami olahraga floorball, nah dari situlah ada pikiran buat membentuk ekskul floorball ini,” kata Muhamad Rifky.

Masih Rifki,” kalau sebenernya ekskul ini tuh baru happening di kalangan kampus. Belum banyak sekolah menengah yang punya. Karena itu kompetisinya masih sepi. Tapi, kedepannya, dijamin deh, ekskul ini bakal rame.

“Saya dan tim ini punya tujuan ingin menyebarkan ekskul ini ke SMA dan SMP di Jabodetabek. Untuk SMA Negeri di Jabodetabek baru SMAN 13 ini yang punya ekskul floorball-nya. Butuh banyak sekolah lagi, biar peluang breezing dan kompetisinya lebih luas terbuka untuk kalangan SMA dan SMP dan membuka peluang menjadi atlit nasional dalam bidang floorballm” kata Iqmal.

Tapi jangan salah walaupun ekskul ini berjalan baru satu tahun tapi mereka sudah dapat dua piala loh, yang pertama dari Kejurnas dan Liga Kalbis Institute.

“Di SMAN 13, floorball nggak cuma diikuti oleh para Laki Laki Ada 12 pemain Perempuan yang tergabung, Mereka siap untuk bertanding.” Pungkasnya.

Pewarta : Muklis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *