Simpatisan Mashendra minta transfaransi hasil Uji Seleksi Akademis

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Cirebon Jabar – Pendukung dan simpatisan Mashendra, salah satu Calon Kuwu Desa Ciperna membuat nota keberatan atas hasil seleksi akademis Calon Kuwu yang tidak lolos seleksi dari desa Ciperna Kabupaten Cirebon

Surat nota keberatan ditandatangani oleh kurang lebih 300 orang perwakilan warga yang ditujukan ke Kepala PPS desa Ciperna, Kantor Camat Talun, Kantor Dinas DPMD dan Universitas Muhamadiyah Cirebon (UMC). Selasa (26/10/2021).

Menurut salah satu sumber, seleksi tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon dengan menggandeng UMC, dimana bermaksud untuk menjaring lima calon yang layak untuk ditetapkan sebagai Calon Kuwu yang berhak mengikuti kontestan pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak tahun 2021.

Menanggapi hal tersebut Sekertaris Kecamatan (Sekmat) Talun mewakili Camat Talun, Syafrudin Aryono atau yang akrab disapa Ary mengatakan, pihaknya akan berkordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), pasalnya Kecamatan bukan sebagai penyelenggara akan tetapi hanya bertanggung jawab memfasilitasi secara administrasi, ungkapnya.

Terkait hasil seleksi akademis yang diterima oleh para Calon Kuwu adalah hasil sistem komputer yang bersifat otomatisasi, hal tersebut merupakan kewenangan dari UMC,  ujar Ary.

Menurut Ary, pihaknya hanya akan melakukan langkah koordinasi ke DPMPD.

Senada dengan Sekmat Talun, Kabid Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Aditia Arif Maulana (Adit) mengatakan,”Hasil seleksi yang diberikan kepada para Calon Kuwu yang mengikuti seleksi akademis saat itu adalah merupakan jawaban dari sistem komputer yang telah di program secara otomatis,” tuturnya.

“Untuk lebih jelasnya mangga tanyakan kepada pihak panitia penyelenggara dalam hal ini UMC,” tambah Adit.

Menurut Adit, Aturan tersebut mengacu kepada Perbup No 74 th 2021 tentang Tatacara Pemilihan Kuwu.Pihaknya tinggal melaksanakan sesuai dengan aturan tersebut. Mengenai langkah apa yang akan di tempuh, kami akan mengacu kepada aturan Perbup,” pungkasnya.

Di lain pihak KTU UMC Arif Setiawan, M.Pd mengatakan bahwa pihak UMC tidak menyediakan server, password, soal jawaban atau apapun, tapi hanya menyewakan tempat, semua dari Pemkab Cirebon dalam hal ini DPMD.

Kami tidak tau menau soal server, Password, soal jawaban serta nilai, karena itu bukan kewenangan kami, semua dari Pemkab Cirebon, jelas Arif.

 

 

Pewarta : Darto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *