Puluhan Pekerja Proyek Pembangunan Jaringan Perpipaan (SPAM) (KSPN) Tanjung Lesung, Keluhkan Upah yang Belum Dibayar

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Proyek Pembangunan Jaringan Perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang, yang berlokasi di jalan raya panimbang- tanjung Lesung tepatnya di samping Res Area Panimbang Desa Mekar Sari kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang, Banten, menuai konflik, Rabu (17/10/2021).

” Proyek tersebut bersumber dari SPSE Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan nilai anggaran yang sangat fantastis Rp 32,599.678.000.- akan tetapi sangat di sayangkan diduga banyak pekerja yang mengeluhkan terkait upah yang belum di bayar pihak pelaksana proyek yang sampai saat ini belum ada kejelasan

Menurut salah satu pekerja berinisal RK warga citeurep Kecamatan panimbang mengatakan kepada, awak media, dari sisa gaji yang belum di bayar Rp 840 ribu tapi itu dari pekerjaan di tempat lain, pekerjaan selesai di tarik sama mandor yang bernama Rajib, lanjut kerja ke proyek yang ada di samping Res Area Panimbang, selama 11 hari dengan upah perhari Rp 110 ribu total Rp 1.210 ribu, jadi total keseluruhan Rp 2.050 ribu, yang baru dibayarkan Rp 1.100 ribu, sisanya belum di bayar sampai hari ini

Hal senada juga di ungkapkan berinisial SN salah satu pekerja di proyek, saya kerja di proyek tersebut selama 13 hari dengan upah perhari Rp 110 ribu total Rp 1.430 ribu sedangkan yang baru di bayar sama mandor yang bernama Rajib (red) Rp 700 ribu sisanya belum jelas sampai sekarang

Kami mencoba mendatangi rumah Pak Dendi red selaku atasan dari pak Iskandar/ Rajib yang berada di Ciodeng guna untuk mempertanyakan hak kami, tapi alasannya nanti hari senin besok saya ke lokasi proyek, katanya tungguin saja nanti,” jelas SN.

lanjut ia, tapi nyatanya sampai saat ini sudah 2 hari lewat dari janjinya senin kemaren belum ada kabar saja, malah sekarang di telpon saja gak aktif.

Masih hal yang sama,” Jujur saja saya bener – bener lagi butuh, apalagi sekarang cucu saya lagi sakit bingung mau bawa berobat juga gak punya duit, mengharapkan gaji belum ada kejelasan saja,” keluhnya

Sementara Ade selaku Sub Kontraktor PT MANDALA ADIGUNA saat di konfirmasi awak media melalui sambungan whatsapp, Kamis (28/10/2021) membenarkan, ya ini lagi di upayakan untuk upah pekerja yang belum di bayar, nanti jadi urusan saya dan team

” Maaf atas kesalahan rekan rekan di bawah saya, mohon di maklum ya, untuk pekerja yang belum beres gaji ada 8 orang,” pungkasnya.

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *