Kasus dugaan pemerasan di Indagsi Polda Aceh dan istilah pepatah “Ikan busuk mulai dari Kepala”…?

  • Whatsapp
Ilustrasi by google

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Kasus dugaan pemerasan yang diduga telah dilakukan oleh oknum Ditreskrimsus Polda Aceh bagian Indagsi sangatlah Viral setelah pengacara dan korban mengungkapkan kronologis kejadian dugaan pemerasan kepada awak media.

Kasus ini telah mencoreng nama baik Institusi Polri khususnya Polda Aceh sehingga Irwasda dan Propam bergerak cepat menyelidiki permasalahan tersebut.

Media Mitrapol telah menghubungi Kabid Humas Polda Aceh terkait permasalahan tersebut sudah sampai dimana dan mendapatkan jawaban jika ketiga penyidik dalam kasus jual beli emas kurang kadar telah dihentikan guna mempermudah pemeriksaan dan penyidikkan ungkap Kombes. Pol. Winardy.

“Adapun ketiga orang penyidik tersebut adalah 1 perwira berinisial WD dan 2 bintara berinisial AR dan BB,” ucap Kabid Humas Polda Aceh via pesan singkat whats Appsnya.

Bagaimana dengan Dirreskrimsus dan kasubdit Indagsi, akankah segera ikut dilakukan pemberhentian dalam jabatan dikarenakan keduanya merupakan Pimpinan langsung dari para penyidik yang bertugas di bidang Ditreskrimsus Polda Aceh, guna memudahkan team pemeriksa nantinya, seperti ketiga penyidik tersebut…?

Menurut pantauan Mitrapol jika masyarakat lagi menunggu hasil kinerja Irwasda dan Propam Polda Aceh terkait permasalahan tersebut sampai tuntas, jangan sampai berhenti di ketiga penyidik saja karena publik merasa sangat tidak mungkin jika ketiga penyidik itu berani melakukan aksi yang memalukan tersebut tanpa diketahui oleh pimpinannya, apalagi uang tersebut diletakkan di ruangan Kasubdit Indagsinya seperti yang diungkap oleh korban dugaan pemerasan kepada Media Mitrapol.

Kinerja Dirreskrimsus Kombes. Pol. Soni Sonjaya jebolan Akpol 1991, menjadi sorotan publik sejak ia dilantik, selain permasalahan dugaan pemerasan tersebut, publik juga mempertanyakan kasus dugaan korupsi yang belum di tuntaskannya seperti dana bantuan beasiswa Mahasiswa Aceh, Kasus pengadaan sapi bali sebanyak 200 ekor pada Dinas Peternakkan Aceh bersumber anggaran dari APBA tahun 2017 dengan nilai kontrak 3.404.778.750.-, kasus Bank Aceh, kasus pengadaan Bebek bertelur dengan nilai kontrak 8,4 milyar dan kasus korupsi lainnya serta kejahatan lingkungan yang belum tuntas diberantasnya sehingga kerusakkan hutan di Aceh terasa semakin parah yang menyebabkan bencana alam selama ini seperti banjir dan longsor, bahkan ada yang sudah di keluarkan DPO oleh Polda Aceh saat Kombes. Pol. Margiyanta menjadi Dirreskrimsus Polda Aceh saat itu, akan tetapi sekarang sudah tidak ada khabarnya lagi mengenai oknum yang bernama tokek atas nama TL dari medan padahal di duga sang DPO Polda Aceh tersebut telah menjarah hutan Aceh selama 13 tahun lamanya, ada apa…?

Khusus kasus kejahatan lingkungan dari hari ke hari semakin marak kini sejak Kombes.Pol.Soni Sonjaya menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda Aceh menurut penilaian sebagian masyarakat, bahkan beredar informasi di masyarakat mengenai adanya “setoran” bulanan kepada para oknum agar kejahatan lingkungan seperti ilegal loging, ilegal mining dan minyak ilegal dapat lancar di jalankan oleh para oknum mafia tersebut.

Kapolda Aceh khususnya Dirreskrimsusnya, Kombes. Pol. Soni Sonjaya dianggap masyarakat telah “kebobolan” dan “gagal” dalam melakukan pengawasan kepada anggotanya dan masyarakat di buat shok atas kejadian memalukan itu, pasalnya dugaan pemerasan tersebut terjadi di Polda Aceh, bukan di warung kopi akan tetapi didalam kantor Penegak Hukum dengan jumlah uang 635 juta sehingga menjadi tanda tanya besar dikepala publik, koq bisa…?

Hal memalukan ini tidak pernah terjadi sebelumnya dan akan menjadi sejarah kelam, khususnya di Polda Aceh yang berada di Daerah yang terkenal dengan Syariat Islamnya, sungguh merupakan aib yang sulit dilupakan oleh sejarah.

Akankah hanya ketiga penyidik itu yang harus menelan “pil pahit” dalam permasalahan tersebut…?
Dimanakah letak tanggung jawab pengawasan yang dilakukan oleh Pak Dirreskrimsus dan kasubdit Indagsi Polda Aceh dalam hal tersebut…?

Akankah istilah pepatah “ikan busuk mulai dari kepalanya” seperti yang di ucapkan Bapak Kapolri akan segera terjawab di Polda Aceh…?

Mampukah Irwasda dan Propam Polda Aceh menjalankan tugasnya dengan baik, karena Bapak Kapolri telah mengeluarkan statmennya yang viral baru-baru ini dengan mengatakan “kalo tidak mampu membersihkan ekor maka kepalanya yang akan saya potong”…?

Ntahlah…!

Hanya Tuhanlah yang Tau…

Media Mitrapol menunggu konfirmasi semua pihak terkait berita ini.

 

Pewarta : T. Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *