Harga tabung gas 3 Kg di Pandeglang melambung tinggi, Ketua RJN DPD Banten angkat bicara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Warga Desa Curug Ciung, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten mengeluhkan harga tabung gas elpiji 3 Kg yang sangat mahal dengan harga antara Rp 28,000,- sampai 30,000,- karena harga dari pangkalan menjual ke Warung warung eceren dengan harga Rp 23,000,- sampai Rp 26,000,-.

Pengakuan dari pemilik warung atau pangkalan tabung gas Elpiji di desa Curug Ciung kecamatan Cikeusik atas nama Suryadi, mengatakan, saya tidak tau pak saya cuma dikirim oleh agen ke pangkalan saya, atas nama pangkalan tabung gas Elpiji Deri alamat kampung Curug Ciung RT/RW 003/003 desa Curug Ciung kecamatan Cikeusik dengan nama PT. Pajar Sidiq Nurhidayah pungkasnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah seorang warga Desa Curug Ciung berinisial IC yang mengatakan bahwa dirinya selalu membeli tabung gas elpiji ukuran 3 kg di warung pak Suryadi dengan harga Rp 30,000,- padahal saya lihat plang pangkalan yang terpasang di warung pak Suryadi dengan harga Rp. 167.00,- pak pungkasnya

Ditempat yang terpisah, salah seorang warga berinisial NR mengatakan bahwa dirinya selalu membeli tabung gas elpiji dari mobil pangkalan PT. Pajar Sidiq Nurhidayah milik pak Deri dengan harga Rp. 23,000,- pertabung, jelas NR

Supir mobil tabung gas elpiji membenarkan kalau mobil ini milik pangkalan PT. Pajar Sidiq Nurhidayah Pangkalan tabung Desa Curug Ciung milik pak Deri orang Desa Suka Waris, ujarnya.

Mengenai informasi tentang maraknya penjualan harga gas Elpiji 3 Kg di atas harga eceran tertinggi (HET) di Kabupaten Pandeglang, Panji Yuri Ketua Ruang Jurnalis Nusantara RJN DPD Provinsi Banten angkat bicara.

Saat ditemui di kantornya, Yuri mengatakan dan meminta instansi teknis untuk melakukan sidak atau operasi pasar kepara pedagang/pengecer dalam rangka memastikan kepatuhan terhadap HET.

Sebagai regulator, Disperindag ESDM Kabupaten Pandeglang hendaknya memastikan agar gas bersubsidi diterima oleh masyarakat berdasarkan ketentuan yang berlaku dan tetap menjaga kondusifitas ekonomi, karena peristiwa seperti ini bukan yang pertama kali, ujarnya, Jum.at (29/10/2021)

Pemerintah Kabupaten Pandeglang perlu menjadikan hal ini sebagai indikator untuk melakukan penertiban khususnya kepada Pangkalan, Agen maupun pengecer yang tidak mematuhi ketentuan, jika diperlukan, kenakan sanksi sesuai ketentuan, supaya menimbulkan efek jera, pungkasnya

Sementara, saat dimintai keterangan via WhatsApp, Deri sang pemilik pangkalan mengatakan bahwa masalah harga gak nyampe segitu, yang jualan yang masuk Curug Ciung banyak saya mah hanya beberapa titik saja penjualannya terimakasih atas komunikasinya, jelasnya.

Sementara Hendra dari PT. Pajar Sidiq Nurhidayah sampai saat ini sulit untuk dimintai keterangannya.

 

 

Pewarta : Aan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *