16 pucuk senjata rakitan secara sukarela diserahkan warga SAD kepada Polres Sarolangun 

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sarolangun – Sebanyak 16 Pucuk Senjata Api Rakitan(Kecepek) yang digunakan warga Suku Anak Dalam (SAD) secara sukarela diserahkan kepada Polres Sarolangun.

Ke 16 pucuk senjata rakitan tersebut berasal dari warga SAD yang tersebar di 3 Desa di Kecamatan Air Hitam, terdiri dari Desa Pematang Kabau, Lubuk Jering, Desa Bukit Suban, serta Kecamatan Mandiangin, dan KecamatanLimun.

Selain senjata Rakitan, Polres Sarolangun juga mengamankan sebanyak 12 Kg bubuk mesiu yang digunakan oleh SAD.

Kapolres Sarolangun AKBP Sugeng Wahyudiono dalam konfrensi Persnya mengungkapkan bahwa pasca insiden penembakan 3 Security di salah Satu Perusahaan di Kecamatan Air Hitam, langsung menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda, Pendamping dan Warga SAD, Tokoh Adat, Camat, Kepala Desa dan Kapolres Batang Hari, terkait insiden penembakan tersebut.

Hasil dari rapat tersebut, sebanyak 16 pucuk senpi rakitan diserahkan warga SAD yang tersebar di 3 Desa di Kecamatan Air Hitam, Mandiangin dan Limun dengan suka rela kepada Polres Sarolangun.,

Selain mengamankan senpi rakitan, kita juga melakukan pengembangan terkait peredaran mesiu atau bahan peledak yang digunakan pelaku, hasil dari pengembangan tersebut ditemukan ada 3 Toko di Kabupaten Sarolangun yang menjual Kalium Nitrat atau Sendawa sebagai bahan peluru berhasil diamankan.

Dari keterangan penjual bahwa mereka tidak mengetahui kalau bahan-bahan ini digunakan warga SAD sebagai mesiu atau Peluru, setelah mengetahui kegunaan dari barang yang dijualnya, penjual berjanji tidak akan pernah lagi menjual barang-barang tersebut, jelas Kapolres.

”Untuk penanganan kasus ini, kita memberikan kesempatan secara persuasif kepada Temenggung SAD untuk berkomunikasi dengan para pelaku agar menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib, bila dalam waktu yang kita berikan sang pelaku tidak menyerahkan diri, maka kita akan mengambil langkah sendiri sesuai dengan hukum yang berlaku, untuk mengejar dan menangkap para pelaku, karena seluruh Masyarakat di Indonesia sama dimata hukum, tidak ada bedanya, hukum harus ditegakkan, tegas Kapolres.

 

Pewarta : Hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *