Katua Harian Kompolnas Irjen Pol (P) Benny Mamoto Tanggapi Perihal Penembakan di PT BDL

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong – Kasus pembunuhan dengan menggunakan senapan angin dan kepemilikan senjata tajam tanpa izin di lokasi tambang ilegal PT Bulawan Daya Lestari (BDL) Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang kini ditangani Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) ternyata juga diawasi secara serius oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Ketua Harian Kompolnas Irjen Pol (Purn) Dr Benny Jozua Mamoto saat ditemui Manadozone dikantornya menyatakan bahwa sejak munculnya kasus tersebut menjadi perhatiannya, “Kasus penembakan di kawasan tambang ilegal terus kami pantau penanganannya oleh pihak kepolisian,” ujarnya mengawali perbincangan.

Menurut Mamoto, ada dua aspek yang perlu dilihat penanganannya. “Pertama aspek penembakan yang mengakibatkan kematian. Bukan hanya pelakunya (Pelaku penembakan, red) namun aktor intelektual yang menjadi dalang atau memberikan perintah kalau memang ada,” tukas mantan Deputi BNN ini.

Sedangkan aspek lainnya menurut Benny, yakni terkait penambangan ilegal. “Kedua soal penambangan yang menurut berita tidak memiliki ijin sesuai aturan dari instansi terkait seperti Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Hal ini juga semestinya menjadi perhatian aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian,” tandas Mamoto lagi.

Untuk itu, Benny Mamoto, meminta aparat kepolisian serius menangani peristiwa yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia. “Saya harap aparat kepolisian juga memeriksa seluruh pihak terkait termasuk pihak PT BDL tidak terkecuali pimpinan atau direksi perusahaan tersebut,” tegas pria yang lama juga berkecimpung dalam penanganan terorisme di Indonesia.

Mamoto juga mengisahkan bahwa saat ini kepolisian menjadi sorotan akibat beredarnya video di media sosial. Untuk Mamoto berharap kepolisian dapat memperbaiki kinerja serta pengawasan yang dilakukan mulai dari jajaran tertinggi yakni Kapolri hingga ke Polsek. Upaya yang dilakukan Kapolri dengan menindak anggotanya yang bermasalah menurut Mamoto patut diapresiasi.

Pewarta : Chandra/Rls

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *