Mengenang Hari Pahlawan 10 November 2021, Hakekat seorang Pahlawan di zaman Milenial

  • Whatsapp

Oleh : Irjen. Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan. MPKN.

MITRAPOL.com, Tasikmalaya Jabar – Pahlawan pada zaman sekarang ini bukan lagi pahlawan seperti pada zaman Revolusi yang berjuang dengan memikul senjata, tapi para Pahlawan di zaman milinial ini adalah manusia-manusia yang mampu berjuang dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keahlian dan kemampuan masing-masing dengan tulus ikhlas, tanpa pamrih.

Mereka berjuang sari mulai hal yang paling kecil, minimal bisa tertib untuk diri sendiri, taat kepada hukum dan pemerintahan, mampu menciptakan kesejukan dan kedamaian tanpa membuat rusuh dan gaduh.

Merela mampu menghidupi dan menafkahi keluarga dengan baik, harus mampu juga gotong royong bekerjasama berkontribusi dengan berkarya nyata untuk kepentingan Masyarakat dan lingkungan sekitarnya, dan yang paling utama adalah yang mampu berkontribusi dan berkarya nyata untuk kepentingan Bangsa, Negara dan Agama, tanpa harus mengedepankan Pangkat dan Jabatan.

Dengan demikian setiap orang bisa menjadi Pahlawan, yang penting bisa bermanfaat, berbuat, berkarya nyata bagi diri dan lingkunganya, Dengan kata lain yabg akhli Pertanian bisa bermanfaat untuk para Petani, yang akhli Perikanan bisa bermanfaat bagi para Nelayan, yang akhli Ekonomi bisa bermanfaat bagi para pengusaha dan Pedagang, yang ahli IT bisa bermanfaat untuk kepentingan Teknologi dan Industri, dan sebagainya.

Akhli Agama tidak saling menghujat dan menjelekan, para Birokrat dan Pengusaha yang diberi amanah keuangan, tidak jadi serakah terjebak Korupsi dan manipulasi, demikian juga para Aparatur Pemerintah bisa menjadi pelayan masyarakat bukan malah jadi Penguasa yang bermental Arogan.

Sebagaimana kata pepatah, sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang mampu bermanfaat bagi sesama dan lingkungannya, yang mampu berkorban dengan tulus ikhlas tanpa pamrih, ingat berkorban dengan tulus, ikhlas tanpa pamrih, itulah “Hakekat Pahlawan” pada zaman sekarang ini.

Semoga kita semua bisa menjadi Pahlawan-pahlawan baru, minimal bagi diri sendiri, Keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitarnya, syukur-syukur bisa menjadi pahlawan bagi Bangsa dan Negara dan Agama, dengan karya yang nyata, bukan hanya sekedar Omdo (Omomg Doang) atau Nato (Not Action Talking Only ) alias Halu (Halusinasi ).

Kalau kata orang Sunda mah, sekarang mah sudah bukan zamanya lagi Pok, Pek Prak, Tapi Prak Pek Pok artinya Prak berbuat dulu dengan karya yang nyata, maka untuk itu, mulai saat ini mari kita berlomba-lomba dengan karya nyata, agar kita bisa menjadi Pahlawan yang sejati-jatinya, Pahlawan di era Milenial ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *