Polres pesawaran gelar rekonstruksi pembunuhan ayah kandung

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Gedongtataan – Kasatreskrim polres pesawaran, Akp. Hi. Supriyanto Husin, S.H, M.H. didampingi AKP. Aris Siregar Humas polres pesawaran dan para penyidik, gelar rekonstruksi kasus pembunuhan ayah kandung pada hari, Jumat (5/11/2021) di halaman polres sesuai hasil penyidikan terduga (UB) Ubaiy bin M. Yamin

Terkait pembunuhan M. Yamin ayah kandung tersangka yang dilakukan beberapa pekan lalu di dusun Sungai dua Desa Kedondong Kecamatan Kedondong, atas dukungan dari semua pihak, acara rekonstruksi yang dilakukan 21 adegan dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” tandas Supriyanto.

Kasatreskrim, menyampaikan dihadapan umum yang terdiri dari insan Pers dan para Penasehat hukum (PH) serta kepada 4 orang saksi, dan para penyidik dengan tujuan untuk mengoreksi ulang hasil penyidikan, serta memperagakan tentang kranologi terjadinya pelaku membunuh korban, tanpa ada bantuan dari pihak keluarga maupun teman terdekat,” Papar Supriyanto.

” Ditempat yang sama, Ibu Dr. (Can) Nurul hidayah. S H. M.H. berperan sebagai Lembaga bantuan hukum (LBH) Cahaya keadilan, dan menjabat ketua Perhimpunan Advokasi indonesia (PERADI) kabupaten pesawaran, bersama Andri Kurniawan, SH

Ketika memberikan komentar terkait acara ini ibu Nurul menyampaikan, rasa iba dan terharu, pada saat membacakan surat pernyataan keluarga yang ditanda tangani ibu kandung tersangka, Siti Dewi dan 2 orang kakak kandungnya pelaku. surat pernyataan tgl. 31 Oktober 2021 yang dikirimkan dari Jakarta yang ditujukan kepada Penyidik dan kejaksaan negeri pesawaran melalui kuasa hukumnya.

Dalam pertimbangan keluarga, atas kejadian tragis yang dilakukan oleh Ubaiy pada, tgl 26 September 2021 yang mengakibatkan ayah kandungnya meninggal dunia, kami keluarga besar tidak akan menuntut, mengingat anak-anaknya masih memerlukan bimbingan dari kedua orang tuanya,” ucap Nurul Hidayah.

Dua anak kandung tersangka, yaitu Fitri Amelia (10) dan Angga priansyah (4) yang masih memerlukan biaya hidup untuk membesarkan mereka. sedangkan ibunya Supiyati (23) hanya seorang penjual sayuran dengan berjalan kaki yang keseharianya hanya meraih hasil. 10-15 ribu rupiah,” ungkap Nurul Hidayah, sambil bergelimang air mata.

Akhir kata, kami sebagai Kuasa hukum, tetap akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, karena Jaksa penuntut umum pada acara rekonstruksi juga hadir dari awal hingga selesai. Untuk ketentuan dan kepastian hukum, siapapun yang berbuat melanggar hukum, tentu akan menerima sangsinya.” Pungkas Nurul Hidayah.

Pewarta : Deni W

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *