Warga Sumur Laban Pandeglang Banten Terima Beras Oplos di Progam KPM BPNT

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Turut prihatin terhadap adanya komoditi yang telah diterima oleh KPM BPNT di wilayah Sumur Laban Pasalnya komoditi jenis Beras yang disalurkan oleh agen H. Juheri pemilik (e-waroong) diwilayah Desa Sumurlaban Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Banten (06/11/2021) berwarna kuning dan kualitas buruk

Menurut, Imron selaku ketua DPC Gaib Perjuangan membenarkan dengan adanya komoditi beras warna kuning dan kualitas buruk hal itu dirinya menuturkan, bahwa penyaluran bantuan sembako beberapa hari kemarin, selain tak berkualitas, dia juga menilai harga juga melebihi harga pasar diwilayahnya. Sabtu (06/11/2021)

Tak hanya itu, Imron selaku ketua DPC Gaib Perjuangan juga menyayangkan terhadap Timkor Kecamatan angsana, Karena menurut Imron timkor itu tidak bisa melalukan tindakan tegas terhadap penyedia yang sudah merugikan masyarakatnya sendiri. Mestinya sebagai kepanjangan tanganan Bupati dan Dinsos harus empati terhadap masyarakat terlebih pada saat situasi darurat begini.

Dalam meningkatkan imunitas tubuh ditengah masyarakat, selain mengikuti protokol kesehatan, ketersedian makanan yang harus bergizi dan nutrisi juga harus terjamin, jadi saya berharap bantuan yang telah diterima oleh KPM BPNT disini dapat meningkatkan imunitas tubuh mereka, jadi jangan biarkan beras kualitas buruk dipaksakan diterima oleh KPM,” tegasnya.

Imron selaku ketua DPC Gaib Perjuangan menegaskan, bahwa dirinya meminta kepada Dinas Sosial agar melakukan evaluasi terhadap siapapun supplier yang sudah merugikan masyarakat, karena pihaknya mengetahui regulasi penyaluran bantuan yang terjadi di Pandeglang, keberadaan e-waroong hanya sebagai fasilitator dari Supplier.

Jangan biarkan keberadaan supplier, demi meraih keuntungan menjual komoditas di program secara asal asalan, ingat….! Ini merupakan program dari pemeritah pusat yang mesti dikawal, karena saya meyakini program ini tujuannya untuk keseimbangan daya makan fakir miskin ditengah pandemi covid 19,” tuturnya.

Imrom sudah berusaha menghubungi TKSK via tlp tidak diangkat tidak ada jawaban, tidak di jawab dan saya tekankan ke TKSK dan timkor kecamatan Angsana jangan mengabil keuntungan pribadi atau golongan saja

Setelah saya konfirmasi via telp ke kpm yang enggan di sebut namanya beliau membenarkan telah menerima beras kwalitas buruk, ironisnya berhubung sangat butuh untuk makan beras dari bantuan BPNT sampai di oplos dengan beras yang bagus supaya bisa di masak/ konsumsi,” ucapnya

Pewarta : Hr/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *