Terindikasi Gunting Anggaran, Pekerjaan Drainase oleh Pokmas di Kelurahan Purwosari Metro Utara terlihat asal jadi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Kegiatan yang dilaksanakan oleh POKMAS (Program kerja masyarakat) yang bersumber dari APBD tahun 2021 rawan terjadinya penyimpangan anggaran.

Apalagi dana anggaran yang dikelola sangatlah tinggi dan besar. Bahkan, hingga mencapai puluhan juta rupiah. Sehingga sebagian POKMAS dengan berbagai cara agar supaya untung besar. Akibatnya banyak hasil pembangunan terlihat asal – asalan dengan cara menggunting anggaran.

Salah satunya adalah kegiatan dalam pembangunan saluran drainase di kelurahan Purwo Sari Kecamatan Metro Utara. Melihat hasil dari pekerjaan fisik di RW 07/ RT 039 diduga tidak sesuai dengan RAB pekerjaan.

“Jika dilihat secara kasat mata, pasang batu belah hanya satu susun, selain itu, banyak menggunakan bekas gempuran bangunan. Kemudian, setelah itu ditimbun tanah bekas galian dan lalu bibir atasnya di semen,” kata salah satu pekerja kepada awak media, Sabtu ( 06/20 ).

Buruknya hasil pekerjaan dalam pembuatan saluran drainase di kelurahan Purwosari Metro Timur ini diakui oleh salah satu pekerja yang mengakui kalau dirinya sudah diberikan aturan oleh sang pengawas.

“Iya om, separo menggunakan tanah separo semen, lebih jelas tanya langsung ke pak RT nya kebetulan dia ada disini ikut bekerja,” jawab Purwanto.

Kemudian, tim menghampiri Sunaryo selaku Ketua RW 07/RT 039, yang menjelaskan secara umum tentang pekerjaan itu. Bahkan, pihak pengawas juga tidak mengetahui nilai anggarannya.

“Semua 76 meter, upahnya diborongkan 4 juta. Apalagi anggarannya kami juga tidak tahu. Padahal kami akan mencobanya,” tambahnya.

Sementara itu, Sugiyana selaku Lurah Purwosari Metro Utara, saat ditemui awak media menjelaskan, tentang program POKMAS di Kecamatan dan ada anggarannya.

“POKMAS Purwosari telah kucuran dana sebesar 200 juta. Berita bagi ke tiap RW untuk RT 09 kegiatan salah satu nya pekerjaan Dreinase di Rw 07 ,” pungkasnya.

Diharapkan kepada APH (Aparat Penegak Hukum) untuk turun ke lokasi pekerjaan. Dikarena pekerjaan teesebut menggunakan anggaran dari negara.

 

 

TIM MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *