Kumpulkan ASN tanpa prokes, Bupati Toba Langgar Surat Edarannya Sendiri

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Toba – Ditengah pandemi yang belum berakhir, Bupati Kabupaten Toba Ir. Poltak Sitorus kumpulkan lima ratusan ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Toba dari unit kerja masing-masing guna melaksanakan apel gabungan di halaman Kantor Bupati Toba, Balige, Senin (08/11/2021).

Sangat disayangkan, apel gabungan yg dilakukan dengan pembina Bupati Poltak Sitorus dilaksanakan seakan tidak mematuhi isi Surat Edaran Bupati Toba nomor 440/4691/Satgas/Covid-19/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Toba.

Kepala Dinas Kominfo Toba Lalo Hartono Simanjuntak sekaligus Jubir Satgas Penanggulangan Covid-19 dijumpai usai mengikuti kegiatan mengatakan, apel gabungan dilaksanakan guna memotivasi dan meningkatkan kinerja ASN.

“Untuk meningkatkan disiplin ASN dan itu diwajibkan harus selalu apel. Bukan dibebaskan tapi kita tetap menjaga prokes,” jelasnya.

Amatan dilapangan, Lima ratusan PNS dan CPNS yang hadir mengikuti apel tampak mengabaikan protokol kesehatan serta menimbulkan kerumunan dan berinteraksi di barisan.

Saat ditanya kejubir, lalo menyebutkan Prokes itu tidak hanya menjaga jarak, termasuk pakai masker dan benar-benar menjaga diri. “Jadi kalau kita betul-betul menjaga jarak dan memakai masker saya kira boleh,” jawabnya saat ditanya terkait kerumunan.

“Tentu setiap minggu ASN itu harus di charger ibarat handphone, supaya tetap semangat, berpikir positif dan berserah kepada Tuhan, itu selalu disampaikan tentu ASN itu kan tersentak kembali,” imbuhnya.

Terkait kehadiran peserta apel, Kabag Orta Setdakab Toba, Sarman Marbun menjelaskan, sejumlah 591 orang PNS dan CPNS sesuai daftar hadir yang diserahkan ke Bagian Organisasi selanjutnya akan direkapitulasi dan dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Daerah.

“Kehadiran Minggu lalu dan kali ini hampir sama, ketidak hadiran ini dikarenakan alasan sakit, ijin dan tugas luar,” sebutnya.

Amatan lapangan, peserta apel gabungan hadir dan pulang tanpa mengikuti prokes diantaranya cuci tangan, pengukuran suhu badan dan pemakaian hand sanitizer oleh petugas Satgas Covid-19.

Sangat disayangkan, kegiatan yang dilaksanakan oleh pengayom masyarakat ini tidak menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat umum, khususnya Kabupaten Toba.Seharusnya Bupati Toba memberi contoh dikepemimpinanya yang baru menjabat

Pewarta : Abdi S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *