Masjid Latifah Sukses Adakan Festival Fiiziya, dari Masjid untuk Ummat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Maros – Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah. Melainkan sebagai pusat membangun peradaban. Sarana untuk meningkatkan amal dakwah, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Itulah yang mendasari sehingga pada Jumat-Ahad, tanggal 5-7 November 2021 diadakan Festival Fiiziya, di taman Ibn Khaitam, kompleks Perumahan Relife Greenville Darul Istiqamah, Maros.

” Masjid harus mengambil peran dalam pemberdayaan umat, membantu dhuafa, dan menghidupkan pengajaran al quran,” ujar Ismawan, Storyteller Masjid Latifah.

Ia menyebutkan, Masjid Latifah, yang menginisasi acara merupakan satu diantara 800 ribu masjid yang tersebar di seluruh Indonesia. Jika seluruh potensi masjid itu diberdayakan. Maka insya Allah masyarakat bisa lebih sejahtera. Masjid mengambil peran dalam pemberdayaan masyarakat. Tetapi, saat ini masih banyak yang digunakan hanya sebagai tempat ibadah.

Melalui Festival Fiiziya ini, diharapkan untuk menghidupkan gerakan masjid kembali lebih bersemangat. Warga yang ada di kompleks terlibat, begitu pula warga yang jauh. Mereka terlibat aktif dalam membantu DKM menyukseskan acara tersebut.

Harapannya Masjid bisa lebih makmur, menyeleggarakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Baik bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial. Sehingga pada acara tersebut, beberapa kegiatan dilaksanakan. Sepertinya pengajian Subuh, oleh Mubayyinul Haq, Tudang Sipulung investasi Manusia dari Generasi ke Generasi dalam tinjauan Islam oleh Doktor Alfian Parewangi, Dosen UI, Selanjutnya Materi Herd Immunity oleh Prof Ridwan, Guru Besar FKM UNHAS, Budayakan Sadar Obat oleh ibu Apt Mutmainnah dan ibu Apt Risna Irawati, dan Digital Safety oleh Amal Hasan, Leader Google Education Sulsel, ICT SPIDI.

Selain itu, kegiatan yg tak kalah menarik yakni Berkuda. Panitia menyiapkan kuda yang digunakan oleh pengunjung festival. Sejak hari Jumat, pengunjung menikmati pengalaman berkuda dengan mengelilingi kompleks perumahan. Keberadaan Kuda tersebut hasil kerjasama dengan salah satu tempat latihan berkuda yang ada di Maros.

Nuryadin, Ketua Panitia menjelaskan panitia juga menyiapkan bazaar kuliner Yang setiap saat diserbu pengunjung. Pada festival ini, UMKM yang terlibat mengisi pameran kuliner merupakan binaan Masjid Latifah.

“Ada pula Bazaar Preloved, jualan pakaian dan souvenir, hasilnya semuanya disumbangkan untuk pendanaan Masjid Latifah,” pungkasnya

Pada hari itu juga diresmikan Fiiziya Mart. Wadah tempat berkumpul UMKM yang berada di dalam kompleks. Ruang Bermuamalah.Insya Allah diharapkan memudahkan warga ketika ingin berbelanja. Dan diharapkan membantu menopang Masjid Latifah.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif, hadir meresmikan langsung Fiiziya Mart. Menurutnya ummat harus berdaya secara ekonomi agar tidak bergantung.

“Kehadiran Fiziya Mart saat ini mungkin masih berukuran kecil, tetapi bisa menjadi cikal bakal pusat perekonomian di masa depan, ” ungkapnya

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Latifah, Nasruddin Sempo dalam sambutannya mengatakan ruang bermuamalah itu sangat penting diadakan.

” Itu dapat membuka ruang bagi pelaku UMKM Ummahat Fiiziya untuk mengembangkan usaha mereka,” jelasnya.

Ia juga membuka kesempatan kepada publik untuk ikut ambil bagian dalam proses pengembangan Fiiziya Mart. Semua pendanaannya dalam bentuk wakaf produktif. Dana wakaf tersebut akan dimanfaatkan untuk roda bisnis amal usaha masjid itu.

Nasruddin mengatakan tahap awal DKM LATIFAH melelang 100 lembar saham senilai Rp500.000/lembar saham, namun DKM tetap mengakomodir bagi warga yg ingin berwakaf lebih kecil dari nominal tersebut.

Saat ini, sudah 37 lembar saham untuk wakaf produktif itu telah terkumpul.

Meski belum sempurna, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu bahwa Masjid harus mengambil peran di masyarakat. Seperti Masjid Nabawi, di Madinah dan Masjidil Haram, di Mekkah.

Pewarta : Ali Ghugunk

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *