Melalui ‘WeChat’ Pasutri ini Ternyata Merampok Handphone dan Sepeda Motor

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Palembang – Modus kejahatan pasangan suami isteri (Pasutri) menggunakan aplikasi ‘WeChat’ akhirnya berhasil di bongkar Tim Tekab Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang, pimpinan AKP Robert Perdamaian Sihombing, Senin (15/11/2021).

Pasutri, Handri Putra (31) warga Jalan KH Dahlan Aspol Bukit Kecil dan Chindy Apriyani (21) warga Kenten Laut Lorong Masjid Jamila Palembang, serta Muhammad Fajarudin (36) warga Komplek OPI, Jalan Kalimantan, Jakabaring Kota Palembang terpaksa digelandang ke Mapolrestabes Palembang, setelah melarikan dua sepeda motor milik M Okta Arimbi (18) warga Dusun II RT 40 Payaraman, Ogan Ilir, saat berada di Jalan Wahidin depan Masjid Atiq Kelurahan Talang Semut, Kamis (4/10/2021) 01.30 WIB.

“Alhamdullilah, anggota kita berhasil mengamankan pasutri ini dan kini masih dalam pemeriksaan intensif penyidik Pidana Umum (Pidum),” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, didampingi Kanit Pidum, AKP Robert Perdamaian Sihombing, saat dikonfirmasi wartawan.
Diungkapkan Kasat Reskrim, tertangkapnya tersangka berawal dari penyamaran petugas.

“Dari penyelidikan anggota kami, tersangka ini menggunakan modus menjadikan isterinya sebagai umpan, wanita penghibur. Melalui aplikasi WeChat, kesepakatan harga terjadi. Namun, dipertengahan negosiasi harga, sang suami datang dengan menodongkan senjata tajam. Mereka bekerjasama mengambil barang berharga korban, mulai dari uang, handphone hingga sepeda motor,” bebernya.

Kompol Tri Wahyudi menambahkan, tersangka merupakan spesialis kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan modus memanfaatkan isteri sebagai umpan pejabakan korban.

“Dari pengakuannya sudah tujuh kali melakukan hal serupa. Terakhir, dia menjual isterinya melalui WeChat dengan harga Rp 150 ribu. Setelah korbannya setuju ‘ngamar’ dengan harga disepakati, tiba-tiba tersangka berubah pikiran. Tersangka CD menghubungi suaminya, AN dan merampas handphone dan sepeda motor korban,” ungkapnya. Sementara, tersangka Andre mengaku sudah dua kali merampok sepeda motor.

“Saya menggunakan pisau pak. Pertama saya ambil motor Vixion di Blok 46 dan kedua ambil di depan Masjid Atiq. Sepeda motor tersebut sudah saya jual di Baturaja dengan harga kisaran Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta,” urainya.

Pewarta : Fendi/Tim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *