Terima komoditi tak sesuai struk, Diduga hak KPM Program BPNT di Desa Cihanjuang diselewengkan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Dugaan adanya penyimpangan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali muncul di Desa Cihanjuang Kecamatan Cibaliung Kabupaten Pandeglang Banten, dugaan timbul dimana e- Warong melakukan penggesekan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik KPM 2 hari sebelum penyaluran dengan alasan cek kuota

Saat e- Warong Desa Cihanjuang melakukan penggesekan dengan alasan cek kuota, kartu ATM milik KPM yang dari Bulan Juli belum keluar, ternyata saat digesek keluar 4 struk pembelanjaan komoditi, namun saat penyaluran sembako yang diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak sesuai struk pembelanjaan atau pagu

Hal tersebut diungkapkan oleh beberapa warga Desa Cihanjuang yang mengeluhkan perihal adanya dugaan penyaluran yang tidak seperti biasanya, karena agen yang lama mengundurkan diri beberapa minggu yang lalu.

Jika sebelumnya kartu ATM milik KPM digesek oleh e – Warong yang lama langsung menerima sembako sesuai nilai yang diterima, namun kali ini kartu milik penerima digesek dulu dengan alasan pihak Agen E- warong cek kuota, namun sembako yang diterima oleh KPM tidak sesuai struk pembelanjaan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, selasa (16/11/2021)

Di tempat terpisah, salah satu KPM berinisial St kepada awak media mengatakan,”Saya benar cuma menerima sembako satu pagu padahal saya tidak menerima bantuan tersebut dari bulan Juli 2021 pak, saat pengecekan saldo kartu ATM milik saya keluar 4 lembar struk dengan nominal Rp 800.000 atau 4 pagu, namun saat penyaluran saya hanya menerima 1 pagu komoditi,” ujarnya.

Diantaranya komoditi yang saya terima yaitu, Beras Super 10 kg, telor 2 kg, Apel 1 kg dan kacang tanah 0,5 kg dengan nominal Rp 200,.000, kalau nominal waktu pengecekan kemaren itu kesalahan dari Bank silahkan tanyakan ke pihak Bank, terangnya seraya menyamakan omongan pak Jaenal selaku pemilik agen

Jaenal selaku Wakil Ketua BPD di Desa Cihanjuang sekaligus berperan aktif di agen e- warong saat dikonfirmasi awak media mengatakan, membenarkan bahwa ada salah satu KPM yang saat kami cek saldo, keluar 4 lembar struk dengan nominal Rp. 800,000 beberapa hari yang lalu sebelum penyaluran

“Namun pada saat penyaluran kami gesek kembali kartu ATM milik salah satu KPM tersebut, tapi hanya mendapatkan 1 pagu dengan nominal Rp 200 ribu, dan kalau yang nominal Rp 800,000 tersebut itu mungkin kesalahan pihak bank,” katanya

Dikatakannya, kalau untuk agen resmi di Desa Cihanjuang belum ada, karena pemilik agen yang lama mengundurkan diri beberapa Minggu yang lalu, adapun pengajuan agen yang baru bernama ibu Neng yang tempatnya sekarang dipakai tempat penyaluran

Itu pun sudah diketahui oleh pak Deden sebagai TKSK Cibaliung saat penyaluran juga ada di warung ibu Neng dan itu pun hasil penunjukan langsung oleh pak lurah yang baru pak dan silahkan tanyakan ke pak Deden kalau masalah agen mah, kalau untuk pencairan dan pengecekan kami pinjam mesin EDC Desa Curug, tuturnya

Pemilik warung bernama ibu Neng atau calon Agen BPNT yang baru saat di konfirmasi mengatakan, silahkan tanyakan ke pak Jaenal saja pak, singkatnya

Sementara, Deden selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Cibaliung belum terkonfirmasi, sampai tayangnya pemberitaan

 

 

Pewarta : Hr/ Mp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *