Fraksi Partai Golkar Desak Pemprov Sulsel Segera Bangun Stadion Mattoanging

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Makassar DPRD Provinsi Sulawesi Selatan kembali melaksanakan rapat paripurna pemandangan fraksi terhadap Nota Keuangan dan Renperda APBD Tahun Anggaran 2022, Rabu (17/11/2021) malam.

Paripurna yang dilaksanakan sekitar pukul 20:30 Wita tersebut, dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel, Darmawangsyah Muin. Dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani.

Dalam pemandangannya, Fraksi Partai Golkar (FPG) Sulsel menaruh perhatian yang sangat besar atas kelanjutan pembangunan Stadion Mattoanging.

Juru bicara FPG Sulsel, Rahman Pina mengatakan bahwa, selama satu tahun pasca dirobohkan, belum ada tanda-tanda akan membangun kembali stadion yang selama ini dijadikan markas PSM Makassar itu.

Menurutnya, euforia sepakbola Sulawesi Selatan yang datang bergemuruh dari stadion kebanggaan masyarakat Sulsel itu, tak boleh surut hanya karena kepiawaian Pemprov merobohkan bangunan bersejarah itu.

“Tapi Pemprov juga harus punya kemampuan membangun kembali stadion yang lebih baik,” jelas Rahman Pina sekaligus Sekretaris FPG Sulsel ini.

Pria yang disapa RP ini juga meminta agar pembangunan Stadion Mattoanging tidak ditunda- tunda lagi.

Pasalnya, pembangunan stadion ini rencanya akan berstandar FIFA, menjadi sport center, dan menjadi tempat pelaksanaan berbagai event olahraga internasional. Olehnya itu, harus segera diwujudkan.

“Segera bangun Stadion Mattoanging, bukan cuma kata-kata, tapi juga aksi nyata. Stadion berstandar FIFA sebagaimana rencana awal harus segera diwujudkan,” tuturnya.

Selain itu, Ketua Komisi D DPRD Sulsel ini meminta Pemprov agar membantu Pemkot Parepare mewujudkan pembangunan jalan dan jembatan kembar Sumpang Minangae.

Dimana, Jembatan Sumpang Minangae dinilai sudah tua dan tak mampu lagi menanggung beban begitu berat sebagai satu satunya penghubung utara dan selatan Sulsel, bahkan menjadi jalur utama Trans Sulawesi.

Lanjutnya bahwa, jika jembatan ini bermasalah maka akan melumpuhkan perekonomian, bukan hanya ekonomi Sulsel, tapi juga Sulbar, dan kawasan Sulawesi.

Ia juga mengungkapkan bahwa, kita harus belajar dari kasus kerusakan jembatan di Luwu yang langsung melumpuhkan ekonowi Luwu Raya.

“Kita tidak ingin terulang kasus yang sama, ekonomi Sulawesi akan lumpuh total jika ada masalah yang terjadi pada jembatan Sumpang Minangae,” beber RP.

Diketahui, jembatan ini menjadi askes utama jalur Trans Sulawesi, kondisinya saat ini sudah sangat sempit dengan lebar hanya tujuh meter. Usianya pun sudah 43 tahun karena dibangun sejak tahun 1978.

“Jadi, pembangunan ini dinilai perlu untuk mengurai arus transportasi,” pungkasnya.

Pewarta : Ali Ghugunk

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *