Kunjungi Goa Sunyaragi, Prabu Diaz : Hoax jika dikatakan sengketa, saya akan lapor Presiden dan Kapolri

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kota Cirebon Jabar – Ketua dan Sekjen Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Nuswantara (FLHBN), M. Dany Jaelani dan Prabu Diaz mengunjungi Taman air Goa Sunyaragi Kota Cirebon. Rabu (16/11/21).

Sekretaris Jendral FLHBN Prabu Diaz mengatakan bahwa kunjungan hari ini adalah untuk meninjau tempat ini yang akan dijadikan acara gelar budaya yang akan mendatangkan para Raja, Sultan se-Nusantara dan Budayawan serta pejabat negara.

“Saya sebagai masyarakat Cirebon pastinya ingin melihat persiapan yang ada. Ternyata pemilik tempat ini Kesultanan Kasepuhan telah memberikan ijin kepada penyelenggara kegiatan Festival Budaya Nusantara di Goa Sunyaragi,” ungkapnya

Gua Sunyaragi sejak puluhan tahun lalu biasa digunakan untuk pagelaran atau pertunjukan budaya, bahkan saat Festival Kerton Nusnatara 2017 yang dihadiri oleh Presiden Jokowi digelar di Gua Sunyargai.

Sampai saat ini juga, Gua Sunyargai tidak ada sengketa karena sejak dahulu sah milik Kerton Kasepuhan Cirebon dalam hal ini Sultan Sepuh.

Sekretaris Jendral FLHBN Prabu Diaz

“Jadi kalau ada yang mengatakan cagar budaya yang tidak boleh digunakan, itu salah besar. Apalagi kalau dibilang sengketa itu hoax, saya selaku masyarakat akan melaporkan kepada Presiden dan institusi terkait termasuk Kapolri untuk meminta uji materi tentang hal itu. Karena sama saja kegiatan Presiden Jokowi di Sunyaragi melanggar aturan cagar budaya, kalau alasan tersebut jadi pertimbangan perijinan,” ujar Prabu Diaz.

Prabu Diaz menjelaskan, sebagai masyarakat Cirebon juga sebagai aktivis budaya pada prinsipnya mendukung kegiatan ini dan kami meminta kepada pemerintah untuk mengeluarkan perijinan karena ini menunjukkan jati diri bangsa.masa utk Demo saja diijinkan tapi utk memajukan seni Budaya malah dipersulit.

“Saya sebagai masyarakat yang kebetulan juga sebagai Panglima Tinggi Laskar Agung Macan Ali menjamin penyelenggara itu akan aman, pastinya kami juga akan koordinasi terlebih dahulu dengan aparat setempat. Bahwa gelar Budaya ini adalah momentum yang paling tepat dan bagus untuk mengangkat destinasi wisata Jawa Barat, bukan hanya Cirebon tapi juga Jawa barat,” ungkap Prabu Diaz.

Prabu Diaz juga berharap institusi terkait baik Pemerintah Pusat, Kementerian dan pihak kepolisian dan lainya sama-sama mensupport kegiatan gelar budaya yang sangat fenomenal ini.

“Hari ini kami meninjau tempat kegiatan pagelaran budaya tersebut cukup layak dan cukup aman untuk menjadi tempat penyelenggaraan dan Gua Sunyaragi juga sudah puluhan tahun digunakan untuk pagelaran. Bahkan saat Festival Keraton Nusantara 2017 yang dihadiri oleh Presiden Jokowi, diadakan juga di Gua Sunyaragi, Justru kalau sekarang ada orang-orang yang ingin menggelar Seni dan Budaya malah dipolitisir dan dipersulit, kami jadi bingung, harus kemana lagi kami mengadu,” tutupnya.

 

 

DR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *