Temui pengusaha Medan, Anton Charlian: Premanisme dan Pungli harus diberantas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Pemberantasan praktek premanisme dan pungli di Sumut, khususnya di Kota Medan dan Deliserdang bukan hanya menjadi tugas polisi tapi juga menjadi tugas Pemko, Pemprov dan TNI.

Hal itu dikatakan Irjen Pol (Purn) DR Drs Anton Charlian kepada  awak media saat berada di Kota Medan, Kamis (25/11/2021) usai menghadiri peringatan HUT Mitrapol ke 5 di Bandan Aceh.

Dikatakannya, pengusaha di Kota Medan dan Deliserdang banyak yang mengeluh tentang adanya pungli yang dilakukan oknum preman dengan dalih uang keamanan dan pembinaan.

“Saya di Medan diundang para pengusaha. Mereka mengeluh adanya pungli yang dilakukan anggota ormas. Akibatnya, mereka mati segan hidup tak mau. Dapat membayar gaji karyawan saja, mereka sudah bersyukur,” jelasnya.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini menambahkan, salah satu program presensi Polri adalah perangangi premanisme. Nah itu jangan menjadi slogan, tapi tak ada aksi.

“Saya juga merasakan, untuk memerangi premanisme bukan persoalan gampang, tapi perlu kerjasama Polri dan TNI dan Pemko dan Pemprov,” tegasnya.

Mantan Kapolda Sulsel ini juga menyinggung tentang sikap pengusaha luar negeri yang heran dengan adanya pungli dari para preman.

“Pengusaha luar negeri itu heran, kok orang yang tidak bekerja bisa dapat uang. Di luar negeri, orang yang bekerja yang dapat provit,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Perwakilan Mitrapol Sumut Hermansyah mengaku sangat mengapresiasi pandangan Anton Charlian terkait dengan pemberantasan preman di kota Medan.

Setidaknya, Hermansyah mengakui, premanisme di Medan sudah sangat meresahkan, perlu tindakan tegas dari pihak terkait.

“Statemen Pak Anton Charlian sangat tepat, sebab pemberantasan preman memang harus disegerakan agar praktek pungli tidak lagi ada di Medan, ” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.