Program Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan 2022

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan Melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan Bidan Pembinaan dan ketenagaan.

Bahwa untuk program kegiatan bidang Pembinaan dan Ketenagaan tahun 2022 itu tidak jauh dari program kita tahun 2021 yang seperti sekarang ini diakui Dinas Pendidikan bahwa Program kita tahun 2021 memang banyak kendala kita dalam pelaksanaan program kegiatan.

“Namun kendala itu juga tidak menyurutkan Niat sehingga kegiatan kita bisa berjalan juga dengan baik sesuai dengan kondisi Pandami atau Covid-19,” ujar Ridwan.

Karena metode kita memang sekarang untuk tetap atau secara langsung dengan para guru ini tidak bisa kita laksanakan, tetapi pelaksanaannya salah satu contoh misalnya kegiatan diklat kepala sekolah dan pengawas sekolah itu dilakukan secara online atau Daring oleh peserta.

Kegiatan ini memang untuk mempersiapkan calon calon kepala sekolah calon pengawas sekolah agar memiliki sertifikat kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Sebab di dalam Permendikbud nomor : 06 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah itu sangat ditekankan pengangkatan seorang kepala sekolah itu harus sudah melalui proses seleksi dan mengikuti Diklat sehingga memiliki sertifikat kepala sekolah atau STTP, oleh sebab itu kita dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten nunukan telah mempersiapkan karena memang beberapa kepala sekolah kita dan pengawasan kepala sekolah kita ini di tahun datang.
Maka di tahun ini 2021 dan tahun 2022 tahun depan itu ada beberapa kepala sekolah dan pengawas sekolah kita yang memasuki Masa pensiun.

Oleh sebab itu melalui Dinas Pendidikan Bidang Pembinaan dan Ketenagaan di tahun 2022 kami juga masih melakukan kegiatan yang sama.

Disamping itu pelaksanaan pembinaan dan pembimbingan kepada semua guru dan kepala sekolah itu tetap kita laksanakan, walaupun istilahnya kita lakukan secara daring ya atau secara online.

Dinas Pendidikan berharap muda-mudahan dengan tahun 2022 nanti kegiatan kita bisa sudah dilakukan tatap muka mudah-mudahan juga covid-19 ini sudah berakhir di tahun 2021.

Kepala Dinas Pendidikan & kebudayaan kabupaten nunukan H. Junaidi SH Melalui Kabid Pembinaan dan Ketenagaan Ridwan AS.S.Sos berharap Kita program dan kegiatan di tahun 2022 bahwa sekolah dan pengawas sekolah.

Selanjutnya juga masalah pembinaan dan pelatihan, pelatihan untuk peningkatan kompetensi guru, peningkatan kompetensi kepala sekolah dan peningkatan kompetensi pengawas sekolah.

Hal inilah yang kita lakukan di tahun 2022 nantinya agar mutu pendidikan di kabupaten Nunukan ini bisa lebih ditingkatkan.

Ridwan memberikan Contoh Kongret salah satu contoh misalnya nilai kelulusan siswa itu kalau bisa kita berharap rata-rata diatas nilai B misalnya itu harapan kita karena salah satu penyumbang terbesar untuk pendidikan itu adalah kompetensi guru.

Apapun yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan kebudayaan ini tanpa adanya kompetensi guru. Saya selaku kabid Pembinaan dan ketenagaan tidak akan bisa mutu pendidikan kita bisa baik selain persiapan sarana prasarana.

Kemudian pengelolaan sekolah ini juga pendidikan yang betul-betul terarah dan metode pembelajaran yang memang mengarah kepada kemampuan siswa, Dinas Pendidikan dan. kebudayaan berharap siswa mulai jenjang SD SMP bahkan di TK paud itu kemampuan individu, atau kemampuan pribadi ini harus dikembangkan maka karakter anda itu juga bisa lebih baik di masa yang akan datang.

Lanjud Ridwan bahwa memang kita berdasarkan undang-undang guru dan dosen nomor 5 tahun 2005 itu sudah dijelaskan bahwa kualifikasi seorang guru baik dan yang Tingkat TK Paud SD dan SMP kabupaten, dari jenjang gitu bahwa wajib semua harus S1.

Bagaimana mereka yang masih di rumah atau masih SMA yang kemarin masuk kategori 2 itu diwajibkan mereka untuk melanjutkan pendidikan kualifikasinya jenjang S1 yang nanti tidak menganjurkan ke kualifikasinya ke-1 atau D4.

Kemungkinan nantinya mereka akan dijadikan tenaga kependidikan sebagai tata usaha atau sebagai operator di sekolah, karena memang syarat seorang guru itu adalah bidang pendidikan S1 atau D4.

Saat ditanya Mengenai Sorotan dan kritikan dari sejumlah Fraksi di DPRD Nunukan terhadap pendidikan khususnya tentang guru dan tenaga kependidikan.?

Menurut Ridwan Apa yang disampaikan anggota DPRD lewat Fraksi Fraksu memang kita akui bahwa untuk gaji seorang guru itu kan besarannya dari dana BOS itu 15% dari DANA BOS kalau jumlah siswa di suatu sekolah itu hanya 30 sampai 40 bahkan 60 misalnya itu kan sangat minim gaji.

Tenaga Honorer terkadang mereka bahkan bisa hanya Rp 100.000 atau Rp 150.000 per bulan bagi sekolah besar yang siswanya sampai 800 700 600 itu juga mereka punya ada kelebihan. mencontohkan istilahnya kadar 15% dari Dana BOS itu untuk dibayar gaji dibarengi juga kondisi keuangan mulai dari pusat hingga ke kabupaten kota

Pewarta : Yuspal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *