Divonis Satu Tahun oleh PN Demak, Terdakwa Gas Elpiji Ajukan Banding : Ada Apa?

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Demak Jateng – Sidang Perkara Pidana Tabung Gas Elpiji dengan terdakwa Muhamad Purnama Bin Hani Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Demak membacakan amar putusan siang ini Demak, Senin (29/11/2021)

Dalam putusan pidana in Ketua Majelis Hakim membacakan Amar putusan yang di dengarkan oleh terdakwa Muhamad Purnama Bin Hani lewat sidang daring di layar monitor, Putusan siang itu di bacakan dengan tegas oleh ketua Majelis Hakim.

Hari ini terdakwa Purnama Bin Hani umur 51 tahun warga Desa Kemiri Kecamatan Gubug Purnama/ 51 Kabupaten Grobogan Jawa Tengah, Hanya bisa tertunduk lesu Ketika Hakim Pengadilan Negeri Demak membacakan Amar Putusan dirinya dengan hukuman 1 tahun dengan subsider tahanan 3 bulan dengan biaya denda 50.000.000,00 (Limapuluh juta rupiah)

Purnama pengecer LPG asal Grobogan tidak menyangka bila usahanya membeli LPG Subsidi dari Semarang dan di jualnya ke Demak, justru membawa dirinya di meja hijaukan.

Jaksa Penuntut Umum(JPU) Adi Setiawan, SH, menerangkan bahwa kasus ini berawal dari di tangkapnya Purnama yang menjual Tabung gas elpiji 3 Kg bersubsidi dengan tutup segel hijau ke Desa Mangunan Lor, Kecamatan Kebon Agung Kabupaten Demak pada, 11 Juni 2021, petugas sempat curiga karena label tutup bersubsidi untuk Kabupaten Demak berlabel Kuning atau ungu, kemudian petugas menangkap serta menyita mobil Pick up milik Purnama yang berisi 33 tabung gas elpiji dan 79 tabung gas melon kosong.

Dari hasil pengembangan petugas, ternyata terdakwa sudah menjalankan usahanya sejak 2 tahun berjalan, terdakwa dengan sengaja menjual Tabung gas elpiji bersubsidi dari Semarang dijual ke Kabupaten Demak sehingga melanggar zonasi pendistribusian gas melon, selain merugikan kuota Semarang terdakwa juga menjual LPG bersubsidi ke Demak melebihi harga eceran tertinggi yang merugikan masyarakat miskin,

Atas kejahatanya Purnama didakwa melanggar pasal 55 Undang Undang 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi sebagaimana telah di ubah dalam pasal 40 angka 9, Undang Undang Perdagangan No 7 Tahun 2014/sebagaimana diubah dalam pasal 46 Undang Undang Cipta Kerja, kejahatan terdakwa meliputi penyalah penyalah gunaan pengangkutan sementara terdakwa tidak mempunyai izin pengangkutan atau izin penjualan gas melon dari Semarang dijual ke Demak,” imbuhnya

Sementara Kuasa Hukum terdakwa, Danny Mulder dari Pos bantuan Hukum Advokad Indonesia atau Posbakumadin mengajukan banding atas vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Demak, dia menuding vonis tersebut sangat berlebihan, Selama ini kliennya hanya pengecer kecil seharusnya hanya di beri sanksi administrasi bukan hukuman penjara.” tuturnya.
Pewarta : Safik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *