Tak kuat bayar biaya persalinan, warga Banyuasin minta bantuan pemerintah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banyuasin Sumsel – Nasib yang dialami Jarwono (37), warga Sukamoro, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin sungguh memprihatinkan. Bagaimana bisa dikatakan begitu, karena saat ini dirinya sedang mengalami kesulitan untuk melunasi biaya melahirkan istrinya yang berkisar belasan juta rupiah di salah satu Rumah Sakit Kota Palembang.

Jarwono mengatakan total biaya melahirkan sebesar 21 Juta. Saat ini, dirinya hanya sanggup membayar 4 juta saja dari jumlah keseluruhan, sedangkan sisinya yang masih berkisar 17 Juta, tidak tahu lagi kemana harus mencarinya.

“Saya tidak punya uang lagi untuk menebusnya, Rumah Sakit sudah tidak bertanggung jawab lagi dan fasilitas sudah dicabut. Saya tidak punya biaya, juga tidak punya BPJS ataupun kartu KIS,” ujarnya, Selasa (30/11/2021).

Dirinya juga sudah mendatangi pihak-pihak terkait di Kabupaten Banyuasin seperti Dinas Kesehatan untuk meminta bantuan, tetapi jawaban dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuasin tidak bisa membantu karena tidak ada kerjasama antara Rumah Sakit yang bersangkutan dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin.

“Dikes tidak bisa bantu, karena Rumah Sakit tersebut tidak kerjasama dengan Pemda Banyuasin, tetapi dari Baznas akan membantu walau tidak sebesar biaya yang dibutuhkan dan Baznas meminta waktu 3 hari,” katanya.

Menurut Jarwono, pihak Rumah Sakit saat ini sudah mendesak dirinya untuk melunasi biaya persalinan istrinya. Jika tidak dilunasi, maka anak dan istri di tahan, sedangkan Rumah Sakit sudah tidak menanggung lagi terkait biaya pengobatan.

“Waktu saya sudah mepet, kasihan anak dan istei saya. Kepada pemerintah atau pihak terkait, saya harapkan bantuannya untuk meringankan beban yang saat ini sedang saya alami dan segera berkumpul dengan keluarga,” harapnya.

Sementara Sekda Banyuasin Senen Har saat dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan agar melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Banyuasin. “Temui Ibu Rini di Dinas Kesehatan kemudian ke Dinas Sosial,” ujarnya singkat.

 

 

Pewarta : Fendi / Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *