Ngaku Pimpinan RS, oknum pegawai usir dan banting Hp Wartawan

  • Whatsapp

MmITRAPOL.com, Palembang Sumsel – Tindakan intimidasi terhadap jurnalis kembali terjadi, kali ini dilakukan oleh seorang oknum yang mengaku sebagai Pimpinan Rumah Sakit Swasta di Kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) pada Selasa (1/12/2021).

Kejadian bermula saat dua orang wartawan dari media online berinisial IL dan HL, datang dengan baik-baik, sudah izin dengan Satpam dan ingin mengkonfirmasi permasalahan adanya pasien yang tak kuat membayar biaya persalinan di Rumah Sakit tersebut.

Disaat dua orang wartawan yang sedang menunggu pihak yang bisa dikonfirmasi di tempat yang sudah arahkan oleh satpam, tiba-tiba datang dua orang perempuan yang diduga pegawai Rumah Sakit dan salah satu seorang perempuan yang mengaku sebagai pimpinan Rumah Sakit mengusir kedua wartawan tersebut.

Perempuan tersebut dengan bernada emosi langsung mengucapkan,”Saya tidak setuju Rumah Sakit ini diobok-obok, bukan masalah beranti ranti silahkan keluar dulu,” ucapnya.

Dua orang wartawan tersebut kemudian berusaha meluruskan tentang kedatangan mereka, tetapi tetap diusir.

“Masalah berita, mau wawancara masalah apapun pokoknya jangan di rumah sakit ini, silahkan keluar saja,” katanya dengan nada emosi.

Ketika dua orang wartawan tersebut ingin meluruskan lagi maksud kedatangannya dan meminta kesempatan agar komunikasi bisa berjalan baik, namun oknum tersebut lagi-lagi mengatakan tidak ada kesempatan dan mengusir keluar.

“Tidak bisa dikasih kesempatan sekalipun tidak bisa, ibu foto Rumah Sakit ini saja kami laporkan,”ancamnya.

Kemudian oknum pegawai yang mengaku sebagai pimpinan tersebut mendorong wartawan berinisial IL dan terjadilah rebutan telepon genggam (HP) yang ada ditangan IL yang ia berhasil mendapatkan HP tersebut kemudian membantingnya.

Wartawan IL di dorong keluar ruangan, kemudian oknum tersebut menutup pintu dengan kasar.

“Handphone saya sempat direbut dan dibanting saat saya sedang ingin melakukan konfirmasi terkait sebuah permasalahan. tersebut, ibu yang mengaku sebagai pimpinan rumah sakit itu marah-marah sambil mendorong kami untuk keluar dari ruangan bagian informasi,” terang IL.

IL mengatakan dirinya sudah menjalankan tugas, datang dengan baik-baik dan mengenalkan diri secara baik-baik. IL tidak terima, mengapa dirinya sampai diperlakukan seperti itu.

“Saya sudah berusaha bertugas sesuai dengan kode etik jurnalistik, harusnya bisa dibicarakan baik-baik tanpa mengeluarkan kata-kata yang tidak menyenangkan,” pungkasnya.

 

Pewarta : Fendi / Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.