Bupati Dawam lantik 23 pejabat, Ketua LMP Amir Faisol : Jangan lupakan sejarah Lamtim

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Bupati Lampung Timur, M. Dawam Rahardjo kembali merolling 23 pejabat tinggi pratama di Lingkungan Pemerintah kabupaten Lampung Timur. Pelaksanaan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di lingkungan rumdis Bupati, Kamis (2/12).

Pada kesempatan itu, Amir Faisol, SH sebagai Ketua LMP (Laskar Merah Putih) Macab Lampung Timur, ikut angkat bicara terkait penempatan jabatan dari salah satu ASN, yakni cucu tokoh pahlawan Lampung Timur.

“Kita ketahui, bahwa (panggilan kakak tertua suku Lampung) kyai Hanafi adalah salah satu cucu kandung dari KH Ahmad Hanafiah, yakni salah satu tokoh masyarakat Lampung Timur. Namun, saat ini saya melihat beliau nan job (kosong jabatan),” ucap Amir Faisol.

Ia juga menceritakan, jikalau Hanafi berprestasi dalam tugas dan tidak pernah gagal dalam melaksanakan tugas.

“Perlu juga kita melihat kilas balik ke belakang, bahwa KMS. Tohir Hanafi, SE, MM adalah salah satu putra daerah Lampung Timur. Beliau berprestasi dengan karir nya yang selalu meningkat dan tidak pernah gagal melaksanakan tugas dan fungsi nya sebagai ASN ataupun tugas dan fungsi di jabatannya,” kata Amir.

Amir Faisol, SH

Dan perlu juga di ingat kembali, terkait roling jabatan ASN oleh Bupati Dawam beberapa waktu lalu dan juga sudah beberapa kali berganti kepala daerah, beliau tidak pernah non job (kosong jabatan) ataupun masuk kotak, seperti saat ini. Hal ini, karena kemampuan beliau dengan bukti hasil uji kompetensi beliau kemaren.

Oleh karena itu, Amir Faisol mengajak kita untuk tidak lupa dengan sejarah, bahwa KH. Ahmad Hanafiah adalah salah satu pahlawan dari Lampung yang dulu sebagai penggerak Laskar dari Lampung. Dalam sejarah, KH Ahmad Hanafiah juga pernah menuntut ilmu di Tanah Suci, dan beliau gugur saat berjuang pada masa revolusi.

Amir Faisol, SH berpendapat, jika rolling dan penempatan jabatan oleh Bupati Lampung Timur terhadap kiyai Hanafi (KMS. Tohir Hanafi, SE, MM) dianggap tidak memberi peluang putra asli daerah Lampung timur untuk membangun daerahnya sendiri.

“Sepaham kami, staf ahli itu tidak ada peluang untuk merencanakan, membuat ataupun melaksanakan program kerja untuk membangun daerahnya masing – masing. Bahasa lainnya jabatan staf ahli itu biasa di sebut dengan jabatan orang yang masuk kotak, Harusnya Bupati Dawam menempatkan sepantasnya,” tutup Even.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.