Kaperwil Mitrapol Aceh Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda Aceh dan Pejabat Utamanya

Kaperwil Mitrapol Aceh Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM, S.H.

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Media Mitrapol Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM, S.H. meminta kepada Bapak Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolda Aceh beserta pejabat utamanya di Polda Aceh, terkait dengan dugaan adanya pemerasan dalam kasus jual beli emas kurang kadar beberapa waktu yang lalu.

Menurut Teuku Indra, jika Bapak Kapolri tidak boleh “tutup mata” terkait kasus tersebut, apalagi kasusnya sempat viral dan membuat geger masyarakat Indonesia, setelah kuasa hukum pemilik toko emas, Razman Arief Nasution membongkar dugaan pemerasan yang dilakukan oleh para oknum di Polda Aceh kepada Media Mitrapol.

Bacaan Lainnya

Masih ucap Teuku Indra, jika Kapolda Aceh telah mencopot para penyidik yang dianggap terlibat dalam pemerasan itu, akan tetapi sampai saat ini Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Aceh yang diduga ikut terlibat sama sekali tidak tersentuh hukum, apalagi Dirreskrimsus Polda Acehnya, yang merupakan pimpinan tertinggi sekaligus penanggung jawab pada bidang tersebut.

Kita sangat menyayangkan penyelesaian hukumnya seperti itu, karena yang dicopot ibaratnya hanya ‘anak bawang’nya (ekornya) saja, sementara atasan mereka tidak tersentuh sama sekali, ini merupakan preseden buruk bagi penegakan hukum yang berkeadilan di Indonesia khususnya di Aceh.

Kaperwil Mitrapol bersama pengacara razman dan korban atas dugaan pemerasan oleh oknum Polda Aceh terkait jual beli emas kurang kadar

“Masyarakat akan menilai bahwa hukum cuma tajam ke bawah, bukan hanya di masyarakat biasa, akan tetapi di dalam kepolisian sendiri demikian,” ucapnya Jumat 3 Desember 2021.

Teuku Indra juga menyinggung soal pernyataan Bapak Kapolri yang sebelumnya telah menegaskan bahwa, jika terjadi permasalahan, yang dicopot bukan hanya anak buah tapi juga atasan mereka atau dengan jargon Pak Kapolri yang populer yaitu dengan istilah “Potong Kepala”

“Hari ini kita telah melihat, istilah “Potong Kepala” itu ternyata tidak berlaku di Polda Aceh, buktinya Kasubdit Indagsi dan Dirreskrimsus Polda Aceh sama sekali tidak tersentuh hukum sampai saat ini, apa karena Dirreskrimsusnya juga merupakan jebolan Akpol 1991 satu angkatan dengan Bapak Kapolri.? Seharusnya Kapolda Aceh dan Irwasdanya turut bertanggung jawab agar bawahannya ini segera di proses hukum dan di copot demi menjaga nama baik Institusi Polri,” ungkap Kaperwil Mitrapol Aceh.

Teuku Indra menuturkan, Jika ia sebagai putra Aceh dan Kepala Perwakilan Media Mitra Mabes Polri (Mitrapol), akan terus mengawal permasalahan ini sampai tuntas, agar penegakan hukum dapat berjalan dengan baik demi menjaga kehormatan Polri yang sedang dijalankan oleh Bapak Kapolri guna Polri menuju PRESISI,” ujarnya.

Kaperwil Mitrapol Aceh menilai, Bapak Kapolri perlu segera mencopot Kasubdit Indagsi, Dirresrimsus, bahkan Irwasda Polda Aceh dan Kapoldanya jika mereka tidak serius menjalankan program dan arahan dari Bapak Kapolri, “Saya harap Kapolri menegur Kapolda Aceh karena menurut analisa dan penilaian kami, jika Kapolda Aceh terkesan takut dalam bertindak terkait permasalahan dugaan pemerasan tersebut kepada Dirreskrimsusnya yang merupakan jebolan Akpol 1991 (satu angkatan dengan Bapak Kapolri), dan apabila hal ini benar adanya, maka akan menjadi contoh buruk untuk Penegakkan hukum kita khususnya di Aceh,
“Hal itu tidak boleh terjadi, kalau mau institusi Polri ini bagus dan kembali mendapatkan kepercayaan publik, maka di internal dulu harus segera dibenahi, Agar citra Polri tetap terjaga,” saran Teuku Indra.

Saya berharap Bapak Kapolri mendengarkan suara kami sebagai Mitra Kerja, untuk segera mencopot Kasubdit Indagsi dan Dirreskrimsus Polda Aceh dalam kasus dugaan pemerasan yang terjadi di Polda Aceh,” kata Teuku Indra.

Kaperwil Mitrapol Aceh itu mengaku tidak ingin citra Polri yang mulai membaik di bawah kepemimpinan Bapak Jendral Listyo Sigit Prabowo menjadi rusak karena ulah oknum di Polda Aceh.

Kaperwil Mitrapol Aceh juga mengingatkan kepada Bapak Dirreskrimsus Polda Aceh, jangan merasa satu angkatan dengan Bapak Kapolri sehingga merasa “kebal hukum” dan “bertindak seenaknya dilapangan” tanpa rasa takut dan bersalah,” ucap Teuku Indra.

Teuku Indra juga khawatir jika tidak segera di evaluasi, kedepan akan terbongkar dugaan kebobrokan yang lainnya,”kita khawatirkan, pemerasan bukan hanya dalam kasus ini saja nantinya, bayangkan jika kasus pemerasan ini telah berani dilakukan di Polda Aceh dengan jumlah uang ratusan juta, apa tidak mungkin jika issue yang beredar selama ini, jika adanya setoran Ilegal logging, ilegal mining, narkoba dan kasus-kasus lainnya, telah sering terjadi transaksi “deal or no deal” di Polda Aceh tersebut…?

Saya selaku Kepala Perwakilan Mitrapol Aceh selaku mitra kerja Polri, berkomitmen akan terus membantu Polri dan siap memberikan informasi dan data-data jika diperlukan oleh Kapolri, serta saya berharap Bapak Kapolri segera mengevaluasi oknum-oknum ini demi menjaga citra Polri untuk tetap bersih dan adil dalam penegakan hukum, terutama untuk mendukung slogan ‘Potong Kepala’ agar jangan menjadi sebuah jargon “lelucon” saja nantinya, khususnya di Polda Aceh,” tutup Kaperwil Mitrapol Aceh

Hingga berita ini di tayangkan Media Mitrapol menunggu konfirmasi semua pihak terkait pemberitaan di atas.

Pewarta : Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.