Apresiasi pernyataan Irwasum Polri, Pemimpin Umum Mitrapol ingatkan Polisi jangan alergi dengan wartawan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Pemimpin Umum Media Mitrapol yang juga mantan Kadiv Humas Polri, Irjen. Pol. Purn. DR. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.K.N, mendukung dan apresiasi pernyataan dari Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto, yang menyentil para Kapolres dan jajarannya agar mengangkat telpon dari wartawan yang sedang mencari informasi mengenai sesuatu yang viral / berita di wilayah hukumnya.

Menurut Anton Charliyan, mantan Kadiv Humas Mabes Polri, seharusnya para Kapolda dan kapolres tidak lepas dari tanggung jawab dalam sebuah pemberitaan apalagi terhadap pemberitaan yang menyangkut dengan Polisi sehingga tidak boleh mengabaikan panggilan atau telpon dari wartawan yang ingin memperoleh sebuah informasi, karena itu, Irwasum Mabes Polri baru-baru ini menyampaikan jika kepala satuan kerja (satker) Polri di daerah tetap melayani dan mengayomi, bukan malah mengabaikan saat ada wartawan mencari informasi ucap Anton mengutip pernyataan dari Irwasum Mabes Polri.

“Kepala Satwil, harus mau mengangkat telpon dari para wartawan, jangan sampai berita ini kalau tidak di antisipasi malah viral, kalau viral yang baik ya tidak apa-apa, tapi kalau viral yang jelek dan ini akan menjadikan satu berita yang jelek tentang kehormatan Polri, citra institusi Polri jadi jelek gara-gara berita yang tidak benar,” ujar Anton Charliyan mendukung statmen Irwasum Polri, Minggu (5/12/21).

Sebagai mantan Kadiv Humas Polri, Anton Charliyan mengaku sangat setuju dengan pernyataan dari Irwasum Polri, agar para Pimpinan Polri tidak alergi dengan wartawan,”Intinya para Pemimpin Polri itu jangan alergi dengan wartawan, sekarang ini abad Informasi, segala sesuatu itu sekarang ditentukan oleh media bahkan media dapat menimbulkan opini, di masyarakat nantinya” jelas mantan Kadiv Humas Mabes Polri.

Pimpinan Umum Media Mitrapol ini juga meminta agar Kapolda dan Kapolres untuk pandai-pandai menjaga opini dan citra baik Polisi karena jika Kapolda dan Kapolres tidak pandai menjaga opini dan citra baik Polisi, akan sangat fatal, untuk Institusi Polri”ini mungkin yang dimaksud dengan Irwasum, agar kalau ditelpon oleh wartawan bersedia untuk mengangkat telpon,” agar tidak berkembang “opini yang liar” nantinya, ungkap Anton Charliyan.

Mengangkat telpon dari wartawan yang sedang mencari informasi, sehingga ada satu keterangan, apabila ada hal yang negatif maka dapat melahirkan keterangan yang berimbang, sehingga apa yang disampaikan oleh Irwasum Polri merupakan sesuatu yang baik untuk kebaikan Polri sendiri yang sedang menuju PRESISI ucap mantan kadiv humas Polri.

Anton Charliyan juga mengungkapkan jika program Kapolri dan Wakapolri terkait “Visit Media”,yang harus dikunjungi sekarang itu, adalah media bukan ormas-ormas rusuh, tapi justru yang harus dikunjungi sekarang ini adalah media, kenapa..? Karena sekarang media sudah menjadi four power (kekuatan ke empat) dalam sebuah Negara, selain Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif, nah kekuatan ke empat ini adalah media,” ucap Pemimpin Mitrapol ini.

Anton Charliyan berpandangan, apa yang disampaikan oleh Irwasum Polri jika Kapolres harus angkat telpon wartawan dan yang disampaikan Wakapolri mengenai visit media, merupakan sebuah kebijakan Polri yang luar biasa baik dan tepat, “artinya, institusi Polri sadar betul akan kekuatan media saat ini, bahkan kadang – kadang ya, maaf saja kalau kita mau jujur, jika pun ada Polisi yang tidak ada kerja, tapi dapat menciptakan opini atau berita bagus bisa bagus, apalagi jika Polisinya bekerja dengan baik ya sudah pasti beritanya juga akan baik,” ungkapnya.

“Apalagi sebetulnya banyak hal-hal yang sudah dikerjakan dengan baik oleh Polri belum semua dapat terangkat di media akan tetapi hanya satu kejelekan yang dilakukan oleh oknum Polisi dapat menjadi berita viral di masyarakat, kerja keras Polri yang luar biasa selama ini mengenai peningkatan Pelayanan di masyarakat selama ini dan tentang kemanusiaan, melayani masyarakat dengan bekerja 1×24 jam, tidak pernah libur dalam kondisi apapun juga, harus siap datang ke TKP, nah kerja keras seperti ini dapat membuka mata masyarakat akan tugas Polisi yang luar biasa maka dengan dekat dengan media bisa terangkat di media dan akan menjadi contoh baik di masyarakat kita,” sambungnya.

Purnawirawan Polri ini menegaskan, bahwa masyarakat harus tau jika lebih banyak Polisi yang menjalankan program Polri dengan baik daripada oknum yang bermasalah, “sekarang, terutama Div Humas, harus mampu menjaga image baik Polri dan menjadikan media sebagai mitra Polri, sehingga Polisi betul – betul harus lebih dekat dengan media agar program Polri dan kinerja baik Polri dapat diketahui oleh masyarakat luas melalui media. Harmonisasi antara Polri dengan media harus tetap terjaga dan hal ini harus dapat terwujud mulai dari Daerah sampai Pusat, demi kebaikkan kita bersama, ucap mantan Kadiv Humas Mabes Polri.

Anton juga menyampaikan, jika ada Kapolda atau Kapolres yang tidak mau mengangkat telpon dari wartawan, pasti ada apa-apanya, ” ada indikasi kesalahan yang di sembunyikan, yang tidak ingin diketahui oleh publik, akan tetapi sekalipun juga ada kesalahan, seharusnya kan tetap di jawab jika di tanya oleh wartawan, jangan sampai menjadi berita opini negatif dimasyarakat, yang penting harus ada jawaban dan data yang akurat, karena di khawatirkan jangan sampai ada berita viral yang akan merusak Citra Polri di masyarakat hanya gara-gara para Kapolda dan Kapolres tidak bisa memberikan hak jawabnya dengan benar guna mengantisipasi munculnya berita negatif terhadap Polri nantinya,” ungkap mantan Kadiv humas Polri itu.

Anton Charliyan juga mengatakan jika ada berita jelek/negatif untuk Polri sangat susah dibendung, berbeda dengan berita-berita baik dan positif, oleh karena itu ia menyarankan kepada Kapolda dan Kapolres untuk mengantisipasi berita-berita viral yang negatif dengan cara terbuka pada publik dan wartawan,”jangan lagi ada cerita, media tidak diterima oleh Kasatwil, kalo itu yang terjadi silahkan saja awak media laporkan kepada Irwasum, Wakapolri dan Propam jika ada Kapolda dan Kapolres yang tidak mau menerima media sebagai mitra kerja,” tutupnya.

 

Pewarta : Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *