Mitrapol dukung semangat keterbukaan Polri dengan Media

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Media Mitrapol Aceh, Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM.,SH, sangat antusias menyambut himbauan Bapak Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto yang menyentil kapolres yang enggan mengangkat telepon wartawan yang sedang mencari informasi mengenai sesuatu yang viral.

Irwasum menyampaikan, sudah seharusnya para Kapolres siap memberikan informasi yang diminta oleh wartawan, dan bila belum siap menjawab, menunda sejenak guna mengumpulkan data, bukan mengabaikan panggilan telepon wartawan.

Kaperwil Media Mitrapol Aceh juga sependapat dengan apa yang diamanatkan Irjen. Pol (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan selaku Pimpinan Umum Media Cetak dan Online Mitrapol yang juga mantan Kadiv Humas Mabes Polri yang disampaikan melalui komunikasi dengan telpon genggamnya yang mengatakan bahwa di era globalisasi saat ini kekuatan sebuah Negara itu tidak hanya bertumpu pada 3 (tiga) kekuatan yaitu; eksekutif, legislatif, dan yudikatif, tapi saat ini kekuatan yang memegang peranan sangat penting adalah hadirnya “media” yang mampu mempengaruhi berbagai kondisi kekinian.

Oleh karena itu dirinya selaku Pimpinan umum Mitrapol meminta kepada segenap barisan insan pers (jurnalis) yang tergabung dalam media Mitrapol agar dapat menjadi garda terdepan guna menjaga keseimbangan kode etik jurnalistik dan menjaga nama baik institusi kepolisian Republik Indonesia, sehingga dapat menangkis berbagai opini miring, serta dapat membangun opini positif sesuai dengan tugas dan fungsi Kepolisian.

Sehubungan dengan himbauan dari Bapak Irwasum Polri dan amanat dari Pimpinan Umum Media Mitrapol, Kaperwil Media Mitrapol Aceh Teuku Indra Yoesdiansyah, SKM, S.H.menambahkan bahwa semua itu sudah sesuai dengan semangat undang – undang Pers dan keterbukaan Publik yang mana diatur didalam Undang – Undang Keterbukaan Informasi Publik yaitu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 yang bertujuan;

1. Menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik;
2. Mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik;
3. Meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan Badan Publik yang baik;
4. Mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu yang transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan;
5. Mengetahui alasan kebijakan publik yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak;
6. Mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa; dan/atau
7. Meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi dilingkungan Badan Publik untuk menghasilkan layanan informasi yang berkualitas.

Selanjutnya Kaperwil Mitrapol Aceh mengingatkan kembali apa yang pernah disampaikan oleh Bapak Anton Charliyan dalam sambutannya pada Hut Mitrapol yang baru saja dilaksanakan di Banda Aceh, amanatnya juga sama dengan apa yang disampaikan kembali melalui percakapan via telpon seluler miliknya yaitu memberikan beberapa masukan kepada seluruh awak media dimanapun berada, khususya para jurnalis Media Cetak dan Online Mitrapol agar mampu berperan menjadi media yang memprioritaskan sarana control sosial sebagai garda terdepan dari informasi, yang akurat, tajam, objektif dan terpercaya.

Selanjutnya Anton Charliyan mengatakan jika hal tersebut bisa terwujud, berdasarkan fakta yang betul-betul akurat, tidak malah menjadi hoax, apalagi yang menjurus kearah yang bersifat fitnah, atau menjadi ujaran kebencian dan adu domba, yang bisa menyudutkan institusi dan Personilnya, sehingga tetap bisa membawa Kesejukan dan kedamaian ucap mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu.

Masih menurut Anton Charliyan jika adanya kritik sebagai control sosial bukan berarti membenci institusi atau individu personal tertentu seseorang, tapi justru untuk membangun dan memperbaiki institusi tersebut agar lebih maju dan bertanggung jawab, ucapnya.

Lebih lanjut Pemimpin Umum Media Mitrapol itu mengatakan jika awak media sebagai pejuang informasi, jangan takut untuk mengungkap kasus penyimpangan dimanapun juga, kasus-kasus yang tersembunyi yang terkesan dipeti Es kan harus bisa diungkap dan diproses lagi, karena itu merupakan peran dan tugas Media, Insya Allah jika kita semua kompak, profesional, berani tegak lurus dan mau bekerja keras, kita akan semakin sukses dan berjaya, tegasnya.

Hal tersebut diatas adalah suatu keharusan bagi institusi kepolisian untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada jurnalis maupun kepada masyarakat yang ingin mendapatkan informasi ataupun ingin mengetahui berita-berita yang sedang viral, dan untuk itu media sebagai salah satu corong institusi kepolisian harus dapat memainkan perannya yang seimbang (chek and balance) guna menjaga kerukunan masyarakat dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, tutupnya.

 

 

Pewarta : T. Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.