Surat Kaleng yang diterima Polres Labuhanbatu Gegerkan Wali Murid dan Komite Sekolah SMAN 2 Billah Hilir

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Labuhanbatu – Surat laporan dan Informasi yang diduga tak bertuan diterima Kapolres Labuhanbatu, Pasalnya dengan menerbitkan Surat Penyelidikan bernomor : SP – Lidik / 106 /VIII/Res .3.3./2021/ Reskrim tanggal 17 Agustus 2021.

Adapun hal – hal yang dari surat aduan tak bertuan yang diterima Polres Labuhanbatu antara lain, Melaporkan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Bilah Hilir inisial (Ad Tp) dengan dugaan melakukan korupsi dana BOS dan PIP beserta Pungutan liar Pemberkasan untuk Guru tidak tetap (GTT).

SMA N 2 Bilah Hilir terletak di Desa Sidomulyo, kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.

Saat dikonfirmasi Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Bilah Hilir inisial (Ad Tp) menjelaskan,”Saya sudah diperiksa oleh bapak kepolisian Polres Labuhanbatu dan sudah kita berikan semua secara detail dana pengeluaran dan surat pengelolaan dana BOS dan data dana Program Indonesia Pintar, “Tidak ada kesalahan yang kita buat dan ditemukan oleh Aparat Kepolisian,” ucapnya (9/12/2021) melalui Aplikasi Watsapp.

Sangat disayangkan Kepolisian Republik Indonesia khususnya Polres Labuhanbatu menerima Laporan yang diduga surat kaleng atau surat tak aduan tampa tuan, atau boleh disebutkan surat bertanda tangan tanpa nama pelapor.

Adapun laporan tersebut diduga memakai atas nama orang tua murid dan dewan guru, Padahal SMA Negeri 2 Bilah Hilir tidak benar adanya dewan guru, dan orang tua murid bersama komite sekolah Keberatan atas dipergunakannya surat yang mengatas namakan laporan atas nama orang tua murid dan dewan guru, diduga laporan Dumas ataupun surat kaleng tersebut diduga sengaja melakukan pencemaran nama baik kepala sekolah dan nama baik sekolah SMA Negeri 2 Bilah Hilir dan merusak Citra dunia pendidikan, terkhusus di Kabupaten Labuhanbatu Sumut.

Saat di ditemui Para Guru dan Perwakilan Komite, Sukri dan beberapa orang yang datang menemui Kapolres Labuhanbatu yang diwakili Kasat Intelkam, orang tua murid dan perwakilan komite menyayangkan laporan surat kaleng tersebut.

Saat ditemui Para guru dan komite bersama orang tua murid menjelaskan, kepada Kapolres Labuhanbatu yang diwakili Kasat Intelkam bahwasanya di SMA NEGERI 2 BILAH HILIR tidak benar adanya Dewan Guru, dan tidak pernah ditanda tangani orang tua murid laporan yang dipergunakan ke Polres Labuhanbatu.

Kanit Tipikor Polres Labuhanbatu heran dan bertanya kepada orang tua siswa dan komite jadi surat laporan ini tidak benar ada dewan guru dan tidak benar ada tanda tangan orang tua,” tanya Kanit Tipikor Polres Labuhanbatu.

Besar harapan dari perwakilan orang tua murid untuk mengusut pelapor tersebut karena diduga sudah memalsukan atas nama dewan guru dan orang tua siswa.

Adapun laporan tersebut yang menuding adanya dugaan penyalahgunaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana Program Indonesia Pintar (PIP) dana Komite sekolah dan melakukan pelaporan terhadap kepala sekolah dengan tudingan dugaan pengutipan liar terhadap guru tidak tetap (GTT) disekolah SMA NEGERI 2 BILAH HILIR,

Saat di konfirmasi beberapa guru pengajar dengan laporan pengaduan dana pungutan liar menjelaskan,” kami tidak dikutip biaya bang, dan kami sudah buat tanda tangan, tidak ada pungutan untuk kepengurusan GTT,” ucap beberapa guru kepada awak media ini dan menunjukkan ini tanda tangan kami yang menerangkan kalau kami tidak memberikan biaya untuk pemberkasan GTT

Orang tua siswa dan Komite bersama Guru – guru meminta penjelasan dari Kanit Tipikor Polres Labuhanbatu terkait, Siapa oknum pelapor yang mengatas namakan orang tua siswa dan Dewan Guru, Kanit Tipikor menjelaskan, kalau laporan tersebut Dumas Pak,” jawabnya kepada orang tua murid dan kepada Perwakilan komite dan Kepada Guru – guru yang hadir di ruangan Kasat intelkam labuhanbatu.

Namun sangat disayangkan laporan surat kaleng yang tidak bertanggung jawab diterima oleh Polres Labuhanbatu, dengan nomor : SP – Lidik / 106/VIII/Res .3.3./2021/Reskrim tanggal 17 Agustus 2021, dan tenaga pengajar guru tidak tetap ( GTT Sudah diperiksa dan menjelaskan kalau para guru GTT tidak benar dimintai uang untuk pemberkasan pengurusan GTT,” ucap beberapa orang guru

Ketika orang tua murid bersama si penghibah tanah Pembangunan SMA NEGERI 2 BILAH HILIR (Sukri Mantan Kades Desa Sidomulyo) berharap untuk salah oknum guru Inisial DS warga Labuhan Batu Selatan agar tidak lagi mengajar disekolah tersebut karena adanya informasi yang kurang baik dan tak pantas dilakukan seorang guru,” ucapnya.

“Spontan Kanit Intelkam Polres Labuhanbatu menelepon Kacabdis Kepala Cabang Dinas pendidikan Labuhan Batu, Kasat Intelkam Polres Labuhanbatu menjelaskan, kalau permintaan orang tua murid dan pak mantan Kades sudah saya sampaikan dan mungkin guru tersebut akan di Score sing,” ucapnya di ruangan Kasat Intelkam dan disaksikan Oleh Guru, Orang tua murid dan Kasat Reskrim dan bersama Kanit Tipikor beserta Kanit Intel Polsek Bilah Hilir.

Pewarta : MR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *