Ditangan Widodo Kwalitas Pendidikan di Perbatasan Nunukan Kaltara Secara Bertahap Membaik

  • Whatsapp
Widodo S.PKP. M.Si selaku kepala Bidang Pendidikan Dasar SD dan SMP Kab Nunukan

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Widodo S.PKP. M.Si selaku kepala Bidang Pendidikan Dasar SD dan SMP untuk memajukan dunia pendidikan tidak saja sumber daya Manusianya (SDM) lebih penting adalah sarana prasarana serta kwalitas pendidiknya (Guru).

Saat ditanya bagaimana Kwalitas pendidikan di Nunukan sebagai wilayah perbatasan.?

Menurut Widodo.S. PKP. M.Si bahwa Kwalitas Pendidikan diperbatasan yang pertama adalah ketersediaan guru baik jumlah maupun kualifikasinya ini yang masih kita benahi.

Kedepannya permasalahan klasik yang dihadapi hampir semua wilayah di Indonesia yang masalah guru ini baik dari jumlah maupun kualifikasi.

Kedua adalah masalah pemerataan guru juga ada enggak yang persoalannya adalah guru masih belum bisa merata keadaannya ada hal-hal tertentu misalkan seorang guru perempuan ditempatkan di wilayah 3 tetapi karena dia punya suami juga pegawai negeri ada di wilayah Nunukan (wilayah satu) dia minta pindah ke Nunukan karena suaminya tugas dinunukan, dan tidak boleh kita menghalangi atau menghambat, ketika perempuan ini mau pindah mengikut suami dibenarkan dalam sisi hukum kita yang mengikuti suami karena secara etika kita memisahkan dua ini berpotensi akan terjadi hal yang tidak baik.

Ketika awak media menyinggung permasalahan pendidikan selama menjabat sebagai kabid pendidikan dasar?

Widodo menuturkan, bahwa selama menjabat sebagai kabid kurang lebih dua tahun dan bertepatan dengan masa pandami covid-19, dan sistem Pendidikan mulai berubah seperti pemberlakuan pembelajaran secara sesuai dengan intruksi Presiden melalui kementrian pendidikan yakni pembelajaran Secara Daring dan Luring, namun saya yakin dan optimis ke depan insya Allah kita bisa lebih baik lagi.

“Masih kata Widodo bahwa, terkait masalah pendidikan tidak saja sumbernya manusia, kita melihat beberapa tahun lalu sejumlah sekolah yang ada di perbatasan yang biasa disebut sekolah Impres telah banyak yang rusak sehingga melalui Dinas Pendidikan kabupaten Nunukan mengusulkan kepada Presiden melalui kementrian pendidikan dan kementrian pekerjaan umum,” ungkapnya

Memang kita aku masih banyak sekolah harus direnovasi, olehnya itu dinas pendidikan tak henti – hentinya komunikasi secara intens dengan kementerian PU dan kementerian pendidikan.

“Kementrian pendidikan dan kebudayaan sendiri sudah proaktif bahwa Nunukan menjadi perhatian sebagai wilayah perbatasan juga terbukti tahun 2021 ada 18 sekolah telah dibangun dan direnovasi atas kerjasama kementrian pendidikan dengan kementrin pekerjaan umum,” ujar widodo.

Kementrian Pendidikan itu tidak saja bagaimana membangun sumber daya manusia (SDM) yang andal dan profesional, akan tetapi tak kala pentingnya sarana prasarana itu yang menjadi pondasi atau dasar sebagai tempat.

Sejumlah sekolah sudah dibangun dan siap untuk di operasional, kedua kementrian ini selalu berkolaborasi setiap tahun membangun fasilitas sarana prasarana pendidikan dinunukan sebagai Wilayah perbatasan.

Hanya saja, saya lihat kita masih kekurangan Guru tenaga pendidik dan kependidikan saya juga berharap ke depan gurunya yang kita tambah lagi ini pun sudah kita ada tes P3K berharap yang lulus P3K bisa menutupi kekurangan guru dan memegang jabatan apalagi banyak sekolah baru yang baru saja dibangun dan di renovasi,” ujar widodo mengkhirinya

Pewarta : Yuspal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.