Ormas LAKI Pinta BPK Prov Sulut Audit terkait Pembangunan Pengaman Pantai senilai Rp 6,2 M

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong – Proyek pembangunan pengaman pantai yang berbandrol Rp 6,2 Miliar, bersumber dari Dana APBN 2021, tepatnya berlokasi di Kecamatan poigar Bolaang mongondow diduga kuat sarat penyimpangan.

Meski sudah berkali kali disoroti oleh Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) agar pekerjaan tersebut dapat di perbaiki, nyatanya sorotan tersebut terkesan hanya di anggap sebelah mata saja, tanpa Ada langkah tindakan perbaikan dilapangan.

” Balai sungai manado yang menangani kegiatan miliaran rupiah ini, perlu turun dan melakukan kroscek atas berbagai kondisi realisasi fisik pekerjaan yang kami nilai asal jadi alias ‘Amburadul?

Demikian hal ini dikatakan Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Bolmong Indra Mamonto, Sabtu (11/12/21) siang tadi.

“Indra menyampaikan Balai Sungai Manado harus bertanggungjawab atas segala indikasi ketidakberesan dari realisasi fisik pekerjaan proyek pengaman pantai di kecamatan poigar.

Menurutnya, Aspek pembangunan pengaman pantai ini tentunya sangat diharapkan bisa dilaksanakan dengan baik, agar anggaran APBN yang digelontorkan oleh pemerintah pusat bisa digunakan tepat sasaran dan sudah tentu menghasilkan realisasi fisik yang baik.

” Saya pikir tujuan pembangunan melalui proyek ini untuk masyarakat, kalau kemudian fisiknya hanya di kerjakan asal asalan begini dengan tidak mengedepankan asas mamfaat jangka panjang, sama halnya serapan anggaran yang di tempatkan tidak akan berjalan baik,” kata Mamonto.

Ia mendesak kiranya Kejaksaan maupun kepolisian bisa melakukan penyelidikan atas berbagai dugaan ketidakberesan pada realisasi fisik yang ada saat ini.

” Harapan kami APH dapat menurunkan tim kelapangan, guna melakukan penyelidikan atas kondisi fisiknya proyek pengaman pantai tepatnya di Tiga titik di Kecamatan poigar (Red:Bolmong),” Pintah Ketua DPC Ormas LAKI Bolmong Indra Mamonto.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wilayah asupan II, Balai Sungai Manado-Ronny, saat di konfirmasi melalui via Tlp oleh Tim investigasi, dirinya menjawab Bahwa lagi berada diluar daerah.

” Pak saya lagi berada diluar daerah, nanti sesampai di manado saya hubungi,” Jawab Ronny dengan singkat.

Sayangnya pihak kontraktor selaku pelaksana, sampai berita ini naik tayang, belum berhasil dimintai konfirmasi.

Perlu diketahui, pekerjaan pengaman pantai ini di kerjakan oleh PT. ABADIKARYA ANDHIKA, berbandrol sebesar Rp6.283.115.129,85. Dengan nomor kontrak PB.02.01/PJSA-SPII/BWSS-I/2021/K-01, dimulai sejak 2 April 2021.

Pewarta : Chandra/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *