Hasil proyek amburadul, Badrun : Kalau begini saya akan tuntut Dinas

  • Whatsapp
Badrun Susanto, satu anggota DPRD Lampung Timur

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Amburadulnya sejumlah pengerjaan sejumlah proyek jalan Lataston menjadi sorotan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Timur. Pasalnya mereka kecewa dikarenakan ada sebagian besar proyek tersebut realisasinya atas aspirasi dari para Wakil Rakyat setempat.

Badrun Susanto, salah satu anggota DPRD Lampung Timur, sang pembawa aspirasi atau biasa juga dikenal dengan sebutan Kelompok Pikiran (Pokir) menyampaikan, rasa kecewanya terhadap pelaksanaan proyek jalan di Desa Sidorejo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Ia mengatakan, jika nyata-nyata dikerjakan asal jadi sehingga tidak mengutamakan mutu dan kualitas bangunan jalan tersebut.

“Mekanismenya tidak seperti ini, masak tidak ada onderlaghnya. Tentu masyarakat itu hanya kepingin jalan itu bagus. Ini Pokir saya, kok kerjanya semau-mau seperti begini. Mestinya dilapen dahulu baru di lataston. Kalau begini saya akan tuntut Dinas selaku penanggung jawab ,” jelas Badrun sebagai salah satu Politisi Partai NasDem, kepada sejumlah awak media, Sabtu (11/12 ).

Sang Wakil Rakyat pembawa aspirasi pun mengaku malu dengan masyarakat setempat, karena jalan yang hanya sepanjang 275 meter pun dikerjakan amburadul.

“Gak tau, kok bisa seperti ini, mestinya melalui tahapan. Sebagai dasar badan jalan dibersihkan dari tanah atau sampah. Lalu kemudian taburi dengan seplit batu 2/3, dislender, kembali tabur batu seplit 1/2 diwerles baru disiram aspal dan abu batu. Terakhir setelah itu digelar hootmix. Tetapi apa yang terjadi sungguh di luar dugaan dan tdak sesuai. Tiba-tiba saja langsung hotmix dan itupun dikerjakan pada malam hari. Kami tak masalah dikerjakan secara manual, yang penting bagus dan kuat. Ini jelas sudah kalau proyek jalan itu sudah gagal konstruksi,” akui Badrun.

Selain Anggota Komisi III DPRD Lampung Timur, yang merasa geram dengan kondisi pembangunan jalan tersebut. Sejumlah masyarakat sekitar pun mengaku kecewa atas kondisi pengerjaan jalan semaunya itu.

“Iya kecewalah, kok seperti ini, apa gak cepat rusak nantinya,” ujar warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya.

Ditambahkannya,“Jika kualitasnya kurang bagus dan diragukan, lihat ini loh diinjak aja masih goyang-goyang,” jelas warga bernama Kadiran sambari menginjak-injak jalan yang sedang dikerjakan itu ,” tambahnya.

Lebih lanjut, seperti yang disampaikan oleh pekerja yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan,

“Kami gak tau pak sumber anggarannya proyek ini, kalau panjang pengerjaan jalan yang di Lataston ini 275 meter. Menggunakan 3 drum aspal, dan saya rasa cukup. Mengingat karena gak pakai abu batu. Soalnya mau langsung di lataston, untuk ketebalan gak tau pak, kalau pemborongnya orang dari Kota Metro,” ujar pekerja.

Saat dimintai keterangan lainnya, Sopir atau operator alat berat Warles mengakui, bahwa warles yang digunakan saat itu adalah tipe kecil dengan bobot 46.

“Saya tidak tau, karena saya kerja hanya disuruh,” jawab operator warles.

Sementara itu, pada bagian lain komentar dari Politisi Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi III DPRD Lampung Timur, Taufik Gani dengan tegas meminta Pemerintah Kabupaten setempat untuk tidak memproses pencairan dana proyek yang tidak memperdulikan kualitas sebagaimana mestinya.

“Kami minta ada sikap tegas dari Pemerintah Kabupaten, terlebih instansi terkait, yakni Dinas PUPR selaku penanggung jawab pelaksana. Jangan diproses pencairanya. Apabila proyek itu tidak sesuai RAB. Perbaiki dahulu sesuaikan dengan kontrak, baru di proses,” tutup Taufik Gani.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *