Embung Bantu Tingkatkan Produktivitas Pertanian Simalungun

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Simalungun – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya memaksimalkan sektor pertanian untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satunya dengan cara menyalurkan embung. Program yang direalisasikan oleh Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan itu mendongkrak produktivitas pertanian di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, embung merupakan program strategis dalam konteks pengairan lahan pertanian. Embung akan menjaga irigasi pengairan pertanian, karena pertanian tak boleh terganggu oleh faktor apapun. “Ketika musim kemarau tiba petani tak perlu khawatir karena ada embung ini yang akan memasok air sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga,” ujarnya.

Keberadaan air menjadi faktor penting bagi keberlanjutan sektor pertanian. Air mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) petani, yang bermakna meningkatkan produktivitas pertanian di Simalungun.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menambahkan, keberadaan embung menjadi faktor penting bagi petani untuk meningkatkan produktivitasnya. Mengapa demikian, oleh karena embung memberikan pasokan air stabil kepada lahan sawah, sehingga perkembangan budidaya padi petani berjalan dengan baik.

“Ada tiga aspek dari keberadaan embung ini yaitu produktivitas, peningkatan Indeks Pertanaman (IP) pertanian dan meningkatnya kesejahteraan petani,” ujarnya.

Ali menerangkan, embung adalah water management. Embung berfungsi mengatur air, baik air hujan maupun air tanah.
“Embung bukan hanya bisa dimanfaatkan untuk mengairi lahan di sawah, tetapi juga bisa untuk mendukung aktivitas perkebunan, hortikultura, juga ternak. Kita harapkan embung bisa dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan pendapatan petani,” harapnya.

Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan, Rahmanto menerangkan, di Kabupaten Simalungun Kementan menyalurkan embung untuk dua kelompok tani. Pertama adalah Kelompok Tani Belolaer Tangkai di Desa Saran Padang dengan luas areal kelompok 40 hektar dan Kelompok Tani Suri Teladan di Desa Perasmian dengan luas areal kelompok 46 hektar. Kedua kelompok tani itu bwrada di Kecamatan Dolok Silau.

“Embung adalah faktor teknis bagi terungkitnya produktivitas pertanian. Pada akhirnya, kesejahteraan petani juga meningkat,” kata dia. (Red/Hms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *