Keluarga korban pembunuhan di Kafe 77 minta pelaku dihukum berat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut – Kasus pembunuhan di Kafe 77 Jl. Bunga Rinte Raya, Kel. Tanjung Selamat, Kec. Medan Tuntungan beberapa waktu lalu masih menyisakan luka yang mendalam bagi keluarga korban, Janwarisa Sembiring alias Ucok.

Pihak keluarga pun meminta agar para pelaku yang saat ini masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (13/12) agar dijatuhi hukuman yang berat oleh majelis hakim.

Arni Br Sembiring, bibi korban didampingi Ketua Karang Taruna Simpang Selayang Maradona Sinulingga dan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Jefri Pelawi mengatakan, korban Janwarisa Sembiring semasa hidupnya merupakan tulang punggung keluarga.

“Semenjak korban meninggal dunia, tidak ada lagi yang mencari nafkah keluarga. Ayahnya pun kini sakit-sakitan karena memikirkan almarhum anaknya dan mengenai makan Orangtua korban malah diberikan tetangga, Makanya kami pihak keluarga meminta agar para pelaku dihukum berat sesuai dengan perbuatannya,” kata Arni Br Sembiring.

Maradona Sinulingga dan Jefri Pelawi menambahkan, semasa hidup korban merupakan sosok yang berjiwa sosial tinggi dan pandai bergaul.

“Dia (korban) baik. Tidak macam-macam lah orangnya. Makanya begitu mendengar korban tewas ditikam di Kafe 77, kami sangat terkejut. Harapan kami para pelaku dihukum maksimal,” tegas Maradona.

Sementara itu di persidangan, para pelaku yang berjumlah 4 orang diantaranya bernama Edi Fananta Ginting (21), Syandyta Ginting (21), Rikki Sinulingga (20) dan Luddy Tanca Aprija Perangin-angin (24) masih beragendakan saksi mahkota.

Hal itu disampaikan oleh JPU Chandra Priono Naibaho. “Tadi sidangnya digelar jam 1 siang. Agendanya keterangan saksi mahkota,” ucapnya. Untuk sidang selanjutnya yang digelar pekan depan, Chandra mengaku beragendakan ade charge (saksi yang meringankan terdakwa).

Sementara itu dikutip dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Priono Naibaho yang dibacakan di hadapan majelis hakim diketuai Denny Lumbantobing mengatakan perkara ini bermula pada 3 Mei 2021 sekira pukul 23.00 WIB.

Saat itu Edi Ginting Cs mengunjungi Kafe 77 Jln Bunga Rinte Raya, Kel. Tanjung Selamat, Kec. Medan Tuntungan.

“Kemudian Edi Ginting yang sedang asik joget di atas panggung tidak sengaja saling bersenggolan dengan korban Janwarisa Sembiring alias Ucok,” kata jaksa membacakan dakwaannya dalam persidangan yang digelar secara teleconference (online).

Lebih lanjut jaksa menjelaskan, akibat senggolan itu menimbulkan pertengkaran antara Edi Ginting dan korban sehingga muncul perasaan tidak senang Edi Ginting terhadap korban.

Selanjutnya Edi Ginting mengajak teman-temannya itu untuk pergi meninggalkan kafe.

Namun, karena merasa masih kesal, Edi Ginting berniat untuk kembali menjumpai korban yang berada di kafe.

“Belum pernah aku digitukan orang, gak sor aku, balik nanti kita kesana sekalian carikan dulu pisau” kata Edi Ginting kepada teman-temannya.

Mereka kemudian kembali mendatangi kafe tersebut.

Sesampainya di kafe, Edi Ginting masuk mendatangi korban dan mengajaknya untuk keluar dengan mengatakan “ayok dulu kedepan bang ada tadi masalah”.

“Lalu korban ikut bersama Edi Ginting keluar dan setelah sampai di depan kafe, Edi Ginting mengeluarkan pisau yang sudah disimpan di pinggang dan langsung menusuk korban di bagian dada yang mengenai jantung,” ucap jaksa.

Usai menusuk korban, Edi Ginting mencabut kembali pisau tersebut dan langsung berlari meninggalkan korban yang berlumuran darah. Teman-teman Edi Ginting juga ikut pergi meninggalkan kafe.

Kemudian korban yang sudah tak sadarkan diri langsung dibawa oleh pengunjung ke rumah sakit. Namun, saat tiba di rumah sakit, petugas medis menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia.

Hingga akhirnya, Edi Ginting Cs berhasil ditangkap petugas kepolisian dari Polrestabes Medan.

“Keempat terdakwa masing-masing dijerat dengan Pasal 340 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Atau kedua, Pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana,” pungkas jaksa.

 

Pewarta : Ali

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *