Rugikan Negara senilai 6,2 M Proyek Pengamanan Pantai di Sulut Ambruk Kemen PUPR dipinta turun kelapangan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong – Proyek Balai Sungai Sulawesi I (Red:Manado) berlokasi di Kecamatan Poigar yang berbandrol Rp 6,2 Miliar Rupiah, Ambruk.

Pada hari, Senin 13 Desember 2021 Kemarin, tim awak media bersama Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi (LAKI) Bolmong Indra Mamonto mendatangi langsung lokasi pekerjaan proyek tersebut, alhasil ditemukan beberapa bagian pada proyek pengaman pantai balai sungai tersebut dalam kondisi rusak parah alias sudah Ambruk.

Bacaan Lainnya

Ambruknya realisasi fisik proyek pengaman pantai di Bolmong yang berbandrol Rp 6,2 Miliar.diduga akibat buruknya material pengerjaan tersebut

Meski begitu, walaupun kondisi realisasi fisik sudah ambruk seperti itu. Anehnya Kasatker maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) balai sungai manado dan Kontraktor pelaksana, tak satupun berada dilokasi pekerjaan.

Beberapa warga yang tinggal di pesisir pantai ketika dimintai keterangan oleh awak media atas Ambruknya pekerjaan tersebut, mereka menyampaikan, belum mengetahui pasti apa penyebab ambruknya fisik pekerjaan pengaman pantai ini.

” Belum bisa di pastikan pak, apa penyebabnya, silakan tanyakan saja ke pengawas pekerjaan dari balai sungai dan pihak kontraktor, karena otomatis merekalah yang lebih tau kenapa fisiknya sudah jadi seperti ini,” kata Warga.

Menariknya, Pada saat awak media mencoba mengkonfirmasi kepada beberapa orang yang diduga sebagai pengawas balai sungai, tapi anehnya, dengan cepat mereka menghindar dan terkesan kaku untuk diwawancarai secara langsung saat dilokasi pekerjaan.

Sementara itu, Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Cabang Bolmong-Indra Mamonto, mendesak Kajati Sulut untuk dapat menindaklanjuti laporan dugaan penyimpangan yang telah kami serahkan sejak 21 oktober lalu.

Dikatakan Indra Mamonto, Sejak awal kami sudah menduga bahwa kualitas realisasi fisik proyek pengaman pantai ini tidak sesuai speck, dan sulit akan bertahan lama, dan nyatanya hal itu terjawab sudah dengan ambruknya pekerjaan saat ini.

” Sangat jelas bahwa di dalam pelaksanaan pekerjaan proyek oengaman pantai ini, banyak terjadi kejanggalan, sehingga sebagai ormas Anti Korupsi, tentunya Kami memiliki tanggungjawab untuk mengawasi dan melaporkan sebelum terjadi kerugian uang negara pada kegiatan tersebut,” ujar Mamonto.

Padahal kata Mamonto, sebelum ambruknya fisik pekerjaan ini, sudah lebih awal kami kritisi, bahwa realisasi pekerjaan itu diduga kuat tidak beres, sebagaimana hasil temuan kami dilapangan atas kualitas bois maupun penggunaan matrial pasir dan campurannya banyak kejanggalan.

” Negara akan rugi, bila sistem pengawasan pada ‘Miliaran Rupiah’ anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah pusat ini, tidak dilakukan dengan ketat, apa terlebih kegiatan pekerjaan proyek pengaman pantai ini terindikasi kuat belum dilakukan secara baik, dan ini perlu disikapi serius oleh Kementrian PUPR untuk turun ke Bolmong guna melihat realisasi fisik pekerjaan yang sudah ambruk,” pinta Ketua Ormas LAKI Indra Mamonto.

Data yang berhasil di ambil langsung oleh awak media dilokasi pekerjaan, dimana realisasi fisik pekerjaan proyek pengaman pantai balai sungai sulawesi I manado, nampak sudah Ambruk.

Bois bois yang terpasang awal sebagian besar telah hancur dan sebagian pula sudah retak. Tapi menariknya pihak kontraktor selaku pelaksana tidak berada dilokasi maupun Kasatker dan PPK hingga kepala balai sungai manado tak satupun turun ke lokasi.

Penyebab Ambruknya realisasi fisik pekerjaan proyek pengaman pantai ini, sampai berita naik tayang, belum ada satupun pihak Balai Sungai yang bisa memberikan jawabannya. Baik Perusahan pemenang tender PT ABADIKARYA ANDHIKA, Kasatker, maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Diketahui juga, dimana proyek tersebut dimulai sejak tanggal 2 April 2021, namun anehnya, jatuh tempo waktu pelaksanaan pekerjaan tidak tercantum atau disebutkan dalam papan kontrak proyek sesuai dengan ketentuan dalam dokumen kontrak. Dengan nomor kontrak : PB.02.01/PJSA-SPII/BWSS-1/2021/K-01

Kegiatan proyek balai sungai Sulawesi I, wilayah supan II Kabupaten Bolaang Mongondow (Red:Bolmong) ini, terbagi di tiga titik lokasi,Diantaranya,Desa Poigar, Desa Tiberias, dan Desa Nonapan, Kecamatan Poigar Bolmong.

Pewarta : Chandra/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *