Terkait Ambruknya Tanggul Pengaman Pantai, Balai Sungai Manado akan segera di Perbaiki

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bolmong – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Sungai Sulawesi I Manado, yang akrab di sapa Ronny, mengakui atas ambruknya realisasi fisik pekerjaan proyek tanggul pengaman pantai, di Kecamatan Poigar (Red:Bolmong).

“Begini pak, kan masih pelaksanaan kontrak jadi belum ada kerugian negara pada pekerjaan proyek tersebut dan masih ada waktu untuk diperbaiki sampai dengan akhir Desember,” Akuh Ronny selaku PPK SP Wilayah II Bolmong.

Dikatakannya, kalaupun selesai kontrak, masih ada 6 bulan masa pemeliharaan, dan kalau ada yang kurang/rusak akan diperbaiki.

” Semua tahapan kontraktor laksanakan dalam pengwasan BWSS 1, jadi terimakasih untuk sama sama mengawal pekerjaan cepat selesai tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya,” ujarnya.

Disinggung terkait fisik pekerjaan yang ambruk dan rusak tersebut, Ronny Menegaskan, Dibongkar yang rusak, cetak baru dan memasang buis yang sudah di cetak tapi belum dipasang lap.3 dan 4, kemudian yang paling penting meletakan boulder di depan buis supaya pekerja bisa maksimal dan sudah tidak takut lagi dengan gelombang ombak.

Seraya menambahkan, bahwa Balai Sungai memiliki data data yang valid dan bisa di pertanggungjawabkan karena batas waktu pekerjaan masih dalam kontrak dan nanti berakhir pada 31 Desember 2021. Jawab Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Sungai manado, ketika dikonfirmasi awak media (14/12/21) siang tadi.

Sementara itu, Ketua Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Indra Mamonto Menanggapi hal ini menyampaikan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kasatker perlu turun lokasi, agar mengetahui persis kondisi kerusakan pada pekerjaan proyek pengaman pantai balai sungai yang berbandrol Rp 6,2 Milair rupiah.

“Masalah Ini sudah kami laporkan ke Kajati Sulut, tentunya sebagai ormas Anti Korupsi, kami memiliki kewajiban mengawal dan mengawasi segala bentuk anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah pusat, sehingga saran kami untuk Kepala Balai Sungai manado, Kasatker dan PPK, sekali kali lah turun lapangan, untuk memastikan bahwa kegiatan Miliaran rupiah yang di tangani saat ini bisa berjalan sebagaimana harapan dan jangan hanya menerima informasi di atas meja saja, Asal Bis Senang?” Pintah Indra Mamonto.

Sembari berkata, Bahwa pada papan kontrak proyek yang dipasang, anehnya tidak disebutkan batas jatuh tempoh pekerjaan? Semestinya wajib dicantumkan, agar bisa diketahui oleh masyarakat kapan kegiatan proyek itu dimulai dan kapan kegiatan proyek tersebut berakhir,” tutupnya.

Perlu diketahui bahwa kerusakan fisik pekerjaan proyek 6,2 Miliar Pengaman Pantai di Kecamatan Poigar (Red:Bolmong), bisa dibilang cukup besar, apa lagi bois yang sudah terpasang awal, ditemukan ambruk dan tidak bisa digunakan lagi.

Menariknya, Baik Kepala Balai sungai, Kasatker, maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), jarang berada dilokasi.

Pun begitu saat fisik proyek itu ambruk, tim yang ditempatkan dilokasi hanya pengawas lapangan saja, sementara Kepala Balai Sungai, Kasatker maupun PPK tidak terlihat serta tak kunjung turun kelokasi.

 

Pewarta : Chandra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *