Sekda Lamtim akui didatangi utusan Rekanan minta 30 % DAK segera direalisasikan

  • Whatsapp
M.Jusuf, Sekda Kab. Lampung Timur

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akan tetap merealisasikan anggaran tersebut. Namun, ironisnya Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ketinggalan kereta. Sebab, sampai saat ini pihak rekanan dalam pelaksana proyek Inprastruktur melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2021 masih dalam kondisi memprihatinkan.

Hal ini dijelaskan, M. Jusuf selaku Sekertaris Daerah di ruang kerjanya mengatakan, bahwa saat ini uang DAK sudah masuk dalam Kas Daerah (Kasda), dan realisasi DAK PU PR pun telah terealisasi sebesar 70 persen, sisanya 30 persen masih dalam proses.

“Terkait persoalan pekerjaan proyek itu teknis dan saya tidak ikut campur di dalamnya, silahkan saja itu tergantung tim teknisnya, diproses atau tidak,” ujar M. Jusup, saat menerima sejumlah rekan media, Rabu ( 15/12).

Lebih lanjut, Sekda M. Jusuf juga mengakui bahwa Rabu petang, dirinya telah menerima tamu utusan dari para rekanan, yang berharap agar sisa 30 persen DAK dapat segera direalisasikan. sayangnya, M. Jusup tidak dapat memberikan keterangan lebih jauh, mengenai siapa-siapa utusan para rekanan tersebut.

Sementara itu, melalui Komisi III DPRD Lampung Timur, saat berlangsung hearing bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) meminta agar dinas terkait mengevaluasi semua proyek yang dianggap bermasalah, dengan tidak memproses PHO.

Nur Fauzan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPRD Lampung Timur, mengungkapkan, agar proyek yang telah dilaksanakan dan tidak sesuai kontrak agar tidak merealisasikan PHO.

“Kita minta dievaluasi untuk proyek yang tidak sesuai kontrak, contoh, ada pelaksanaan yang tidak menggunakan finisher saat finishing, supaya tidak diproses PHO nya, kami dari Komisi III tidak ingin menambah catatan buruk dan stigma negatif dari masyarakat, seakan-akan ada pembiaran kepada rekanan yang melakukan pekerjaan tidak sesuai aturan, mestinya eksekutif tegas, agar kedepanya lebih baik,” tutup Nur Fauzan sang politisi Partai Keadilan Sosial (PKS).

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *