Biadab ! Pria ini rusak masa depan putri kakak istrinya

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Sibolga Sumut – SHP alias P alias BQ, 31, diduga telah tega merusak masa depan putri dari kakak istrinya yang masih di bawah umur berkali-kali. Pemerkosaan itu dilakukan terduga pelaku karena tergiur dengan korban.

Perbuatan SHP ini pun kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian resor (Polres) Sibolga pada Selasa (14/12). Perbuatan itu terungkap setelah korban Melati yang masih berusia 17 tahun ini melaporkannya kepada Ibu kandungnya, MS, 41, yang tinggal di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Setelah menerima laporan, Kasat Reskrim AKP D Harahap, memerintahkan Unit Opsnal untuk melakukan penyelidikan dan kemudian berhasil mengamankan terduga pelaku SHP dari dalam rumahnya di Kelurahan Simare-mare, Sibolga sekira pukul 22.40 WIB,” kata Kasi Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, dalam keterangan tertulisnya atas nama Kapolres Sibolga, AKBP Taryono Raharja, Jumat (17/12).

Kepada polisi, terduga pelaku SHP yang sudah memiliki dua orang anak ini tidak mampu mengelak. Ia mengakui perbuatan bejatnya terhadap Melati, putri dari kakak istrinya tersebut. Bahkan ia juga mengakui kalau perbuatannya itu telah dilakukannya lebih dari 10 kali, berawal pada Maret 2021 silam hingga terakhir pada Selasa (14/12) dini hari sekira pukul 04.00 WIB di dalam rumahnya.

“Pemerkosaan pertama kali itu terjadi ketika korban berkunjung ke rumah pelaku dan tidur seorang diri di ruang tamu. Pelaku yang merasa istri dan anaknya telah tidur lalu menggerayangi tubuh korban,” ucap Sormin.

Setelah peristiwa pertama itu, Melati yang masih duduk di kursi SLTP sempat pulang ke rumah orang tuanya di Kecamatan Kolang. Namun, sekalipun Melati sudah berada di kampungnya, pelaku yang tak lain juga adalah Bapaknya ini (Om atau Bahasa Batak Bapak Uda) masih saja berani mengumbar kata senonoh dan perasaan cinta tidak wajar kepada Melati lewat sebuah chatingan. Tetapi demikian, Melati tidak menggubrisnya dan malah memaki dan memblokir nomor telepon pelaku.

“Namun April 2021, entah kenapa korban kembali datang ke rumah pelaku. Pelaku pun memanfaatkan kedatangan korban dan berniat untuk mengulangi perbuatan bejatnya kembali kepada korban pada malam harinya. Namun ketika akan menggerayangi tubuh korban, korban menendang pelaku. Karena takut istrinya bangun, pelaku langsung lari ke kamar sehingga perbuatan bejat pelaku gagal terlaksana pada malam itu,” imbuh Sormin.

Perbuatan bejat pelaku akhirnya berjalan mulus setelah Melati menginjakkan pendidikan tingkat SLTA. Orang tua Melati yang tidak tahu dengan perbuatan pelaku, menitipkan Melati kepada pelaku dan istri pelaku.

Istri pelaku yang juga tidak tahu apa-apa antara Melati dan suaminya sepakat Melati tinggal di rumah mereka dan mereka juga bersedia menanggung biaya pendidikan Melati selama menempuh pendidikan SLTA di Kota Sibolga.

Namun sebelum perbuatan pelaku berikutnya berjalan mulus, Melati sempat mengancam akan melaporkan pelaku kepada keluarganya. Tapi pelaku tidak bergeming dan malah mengancam balik Melati yang akan menyebarluaskan video yang sempat dibuatnya ketika melakukan perbuatan pertamanya waktu itu.

“Korban akhirnya pasrah disetubuhi oleh pelaku hingga berulang kali. Bahkan untuk memuluskan perbuatannya itu, pelaku berjanji akan menikahi korban,” tukas Sormin.

Akibat perbuatannya itu, pelaku diancam pasal 76D Jo pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (PA) dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

 

 

Pewarta : Sidabuta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *