Advokat dari Semarang kawal korban pembacokan di Desa Pasir Demak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Semarang Jateng – Kuasa Hukum Ramijan H. Herry Darman, SH & Patner akan berupaya membantu Marjani selaku klienya sampai tuntas

Saat dikonfirmasi di kantornya Jl. Sriwijaya No: 59 Semarang, Herry Darman, SH akan membela kliennya yang disangkakan mencuri ikan Jepet atau Wader dan ikan Gabus, Sabtu malam (18/12/2021)

Keterangan resmi dari Yoyok Sakiran selaku Ketua LAI (Lembaga Aliansi Indonesia) DPD Jawa Tengah menuturkan Marjani tersebut (korban pembacokan) oleh mbah Minto yang saat ini sudah di tahan di Lembaga Pemasyarakatan Demak dan dijatuhi dengan hukuman 1,2 (satu tahun dua bulan) penjara.

 

“Saya mengajak Marjani menemui Kuasa Hukumnya kami H. Herry Darman, SH untuk minta bantuan hukum atas kejadian tersebut, menurut saya ini ada apa kok sampai Marjani dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman Pidana 7 tahun, ini perlu di evaluasi oleh penyidik dari kepolisian atau kejaksaan menurutnya.

Menurut Herry Darman,SH jika kliennya tidak terbukti atau secara hukum tidak memenuhi unsur pidana, saya mohon pihak penyidik Polres Demak dan Kajari Demak untuk mengedukasi permasalahan ini demi tegaknya keadilan,

“Saat Mbah minto dilaporkan oleh kakaknya Marjani korban pembacokan tersebut sebulan kemudian Marjani gantian dilaporkan Suhadak ke Polres Demak, ucapnya.

Saat Marjani menceritakan kepada selaku awak media, mata pencaharian saya memang tiap harinya mencari ikan dengan cara strom, pada saat itu saya sampai di depan pekarangan kebun jambu motor saya masukan ke Gubug di area pekarangan tersebut, pemikiran saya agar motor tersebut aman dari pada ditaruh di pinggir jalan, jelasnya.

Lanjut Marjani, setelah itu saya keluar mencari ikan dalam jarak dari lokasi kebun seratus meteran yang banyak ditanami bawah merah, beberapa jam kemudian saya berniat balik ke gubug itu untuk menaruh hasil struman yang berupa ikan jepet dan gabus.

“Dalam pemikiran saya mau cari tambahan ikan lagi setelah menaruh hasil stroman saya, namun tiba tiba baru jalan 10 langkah saya dibacok dari belakang oleh seseorang yang belum saya kenal, beberapa bacokan mengenai pundak lengan leher dan punggung, saya balik dan menangkis dengan tangan saya serta bilang kepada pelaku ,”Mbah ampun kulo niki tiyang wonosari, terus Mbah minto bilang, Lho lah tak kiro alim,”

“Setelah Mbah Minto melihat dengan jelas akhirnya membiarkan saya ambil motor lalu saya bergegas pulang, dengan mengucurnya darah yang deras saya berusaha sekuat tenaga agar bisa sampai ke rumah untuk bisa diobati luka lukanya, namun sampai Desa Bungo Wedung saya udah tidak kuat, beruntung ada lek khan sebagai dewa penolong yang bawa saya ke puskesmas dan saat itu saya sudah tidak ingat lagi, karena pingsan kehabisan darah, imbuhnya.

 

 

Pewarta : Safik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.