Mengenang Tsunami 2018, KPPC Lakukan Doa bersama di Mesjid S’yeh Al-Khusaeni

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Kejadian Tsunami 2018 tahun lalu yang membuat kenangan yang sangat mendalam dan tidak bisa dilupakan sepanjang masa.

Tidak sedikit nyawa yang hilang pada kejadian tanggal, 22 Desember 2018, peristiwa tsunami yang disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung Indonesia. yang sedikitnya 426 orang tewas dan 7.202 terluka dan 23 orang hilang akibat peristiwa tersebut.

Semua manusia akan kembali ke penciptanya, dan semua manusia akan menanggung atas perbuatannya, dengan mengenang dan mengingatkan manusia akan Allahnya akan diadakan kegiatan ” HAUL KORBAN TSUNAMI SELAT SUNDA & MENGENANG KRAKATAU 1883 ” dengan berdoa untuk bangsa bersama tokoh agama di Masjid Agung Al’Khusaeni kp. Pagedongan desa Sukajadi, kecamatan Carita, Kabupaten pandeglang-Banten pada jumat malam saptu tanggal 24 Desember dilaksanakan.

Frengki salah satu warga carita yang ikut serta mengetahui kejadian dan merasakan terjangan tsunami 2018 tahun lalu membenarkan saat dikonfirmasi Mitrapol.com selang waktu sebelum acara dimulai doa bersama ini diadakannya kegiatan Haul Korban Tsunami Selat Sunda dan Mengenang Krakatau 1883 dimesjid Agung Al’Khusaeni Pagedongan.

Alhamdulillah malam ini melakukan berdoa bersama masyarakat dan tokoh-tokoh agama, alim ulama, para Muspika, penggiat wisata dan menghadirkan penceramah yang sangat dikenal yaitu bapak KH. Ahmad Bustomi (Anling Darma), paparnya. Jumat malam, (24/12/21).

Sebenarnya acara seperti sudah kita lakukan tahun sebelumnya dan ini digelar untuk yang ke 2 kalinya, tahun sebelumnya terkendala karena tahun sebelumnya adanya virus Covid 19, maka baru tahun ini di laksanakan,” terang Frengki.

Ditambahkannya, Berkumpul dan bersilaturahminya dengan masyarakat sekecamatan carita dengan muspika kecamatan carita, dan oraganisasi-organisasi, serta pelaku dan penggiat pariwisata Carita tentunya beserta para tokoh-tokoh dan alim ulama, di Masjid Syeh Al’khuseni Pagedongan ini bisa berdoa bersama untuk para korban Tsunami dan untuk keselamatan Bangsa Indonesia yang kita sangat cintai ini dijauhkan dari pada Bencana dan cepat terpulihnya perekonomian masyarakat Indonesia akibat covid-19.

Dalam acara doa bersama ini akan diadakan santunan anak yatim, dan harapan kita semoga acara ini bisa menjadikan sebuah peringatan buat kita semua.

Acara yang di gelar tentu tetap degan standar prokes yang kita sediakan dan lakukan, dan kegiatan tahunan untuk doa bersama ini akan selalu menjadi angenda tahunan KPPC (Komunitas Peduli Pariwisata Carita).” Tutupnya.

 

Pewarta : Royen Siregar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *