Warga Tungoi dan Tanoyan Bentrok, Anggota DPRD Bolmong Penyebabnya adalah PETI

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, BOLMONG – Bentrok antar kelompok warga Desa Tungoi dan Tanoyan Selatan terjadi, Jumat (24/12) malam sekitar pukul 19.00 Wita. Lokasi bentrok terjadi di sekitar Pasar Desa Tanoyan Selatan.

Informasi didapat, bentrok dipicu puluhan warga Tungoi yang hendak menuju lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Potolo dan harus melewati Desa Tanoyan Selatan.

Kehadiran puluhan warga Tungoi tersebut memancing perselisihan dengan kelompok warga Tanoyan Selatan.

Akibatnya, baku pukul terjadi. Puluhan warga antar dua desa yang terletak di Kecamatan Lolayan itu langsung terlibat bentrok.

Beruntung pertikaian yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa. Aparat keamanan yang tiba di lokasi langsung melerai pertikaian antar dua kelompok warga tadi.

Anggota DPRD Bolmong, dari fraksi PDIP Mas’ud Lauma yang turun langsung ke lokasi bentrok mengatakan, “Sumber penyebab pertikaian warga selama ini disebabkan PETI di Lokasi Potolo.

“Kapolda sudah pernah datang ke sini. Kapolrespun sudah beberapa kali diganti dan kegiatan PETI khususnya di Kecamatan Lolayan, ini sudah kami sampaikan. Namun, ada saja oknum yang terlibat didalam dan mengaku punya bekingan petugas,” katanya.

Politisi Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Bolmong itu mengaku sudah berkoordinasi dengan camat sebegai penanggungjawab wilayah.

“Namun, Camat mengaku tidak bisa masuk karena ada cukung-cukong yang memiliki back-up. Kalau begini yang dikorbankan rakyat,” kata Mas’ud.

DPRD Bolmong akan segera melakukan koordinasi pihak keamanan dan pihak terkait lainnya. “Akhirnya korban antar masyarakat yang menjadi korban Lahan di sana itu adalah milik Tanoyan. ini perlu diperjelas,” ujarnya.

Saya meminta, sesuai kesepakatan di kantor kecamatan bahwa ini dihentikan.
“Masyarakat Tanoyan taat sesuai kesepakatan, tidak ada warga yang melakukan kegiatan PETI di Potolo. Kami juga akan menyampaikan persoalan ini kepada Kapolda dan Kapolres. Kami meminta masyarakat agar tetap tenang,” kata Mas’ud.

 

Pewarta : Chandra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.