Akibat Bentrokan Antar warga Tungoi dan Tonayan, Satu warga Tewas di Tebas

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, BOLMONG – Bentrok antar kelompok warga Desa Tungoi dan Tanoyan Selatan yang sempat terjadi, Jumat (24/12) malam sekitar pukul 19.00 Wita ternyata berlanjut hingga, Sabtu pukul 02.00 Wita.

Bahkan, bentrok menyebabkan seorang warga Desa Tungoi Satu, Amrin Boyod, harus meregang nyawa karena tebasan parang di leher bagian belakang.

Informasi didapat, bentrok tersebut awalnya sudah bisa dilerai aparat keamanan. Namun, ratusan warga dua desa masih tetap bertahan di lokasi bentrok yakni sekitar Pasar Desa Tanoyan Selatan yang menjadi pintu masuk keluar ke lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Potolo.

Saat Sabtu dini hari, Amrin Boyod dan beberapa warga Tungoi berinisiatif melakukan negosiasi dengan warga Tanoyan. Ia hendak menanyakan penyebab penutupan akses jalan ke lokasi pertambangan emas ilegal Potolo yang selama ini biasa dilalui.

Nahas, saat sedang bernegosiasi di keremangan malam itu, tiba-tiba tebasan parang mendarat di leher bagian belakang Amrin.

Suasana langsung ricuh. Pertikaian kembali terjadi. Amrin yang berupaya lari hendak menyelamatkan diri, dengan leher menganga akibat tebasan parang, hilang di kegelapan malam.

Rekan-rekanya berusaha mencari Amrin, namun tidak ketemu. Amrin baru ditemukan pagi hari dengam kondisi tidak bernyawa lagi. “Am (Amrin) hanya ingin menanyakan kenapa jalan yang biasa dilalui ditutup. Saat itu, tiba-tiba seseorang mengayunkan parang dan menebas leher bagian belakang Amrin,” kata seorang warga Tungoi.

Jenazah Amrin pun langsung dimakamkan di pemakaman Desa Tungoi Satu.

Hingga berita ini diturunkan, suasana di lokasi pertikaian di Pasar Desa Tanoyan Selatan berangsung kondusif. Namun, aparat keamanan masih bersiaga mengantisipasi bentrok susulan.

 

Pewarta : Chandra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *