Soroti kinerja Bupati Lamtim, Ormas LMP menilai saat ini muncul penjajah model baru

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Pernyataan Kadis PMD Lampung Timur, beberapa waktu lalu kepada awak media, bahwa Kabupaten Lampung Timur saat ini dalam keadaan defisit anggaran. Hal tersebut di buktikan bahwa siltap untuk pamong desa dari 264 desa Yang tersebar di 24 kecamatan, baru terbayar sampai triwulan ke-tiga, dan triwulan ke-empat akan di bayarkan tahun depan.

Menyikapi hal itu, Amir Faisol, SH Ketua Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Laskar Merah Putih Lampung Timur, angkat bicara, terkait buruknya atas kinerja Bupati Lampung Timur, dengan beberapa fakta dan bukti yang menilai saat ini muncul penjajah model baru.

” Kabupaten Lampung Timur saat ini sedang terjajah model baru, dengan berbagai fakta di lapangan. Bagaimana tidak, dalam keadaan defisit anggaran. Namun, pemerintah daerah membeli kendaraan 10 unit, yang di peruntukkan kepala daerah, wakil kepala daerah, dan pejabat lainnya. Sehingga sangat membingungkan masyakarat,” ujar Amir Faisol.

Selain itu, muncul wacana baru yang sangat menggemparkan masyarakat. Yakni, rencana pembangunan Rumdis Bupati.

” Rencana lainnya, kedepan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, akan menggelontorkan dana mencapai miliaran dalam pembangunan sarana Rumah dinas Bupati Lampung Timur. Yang jelas peruntukannya adalah untuk Bupati. Tidak tanggung – tanggung menelan anggaran kisaran 12 M yang fisiknya akan di laksanakan di TA 2022,” jelasnya.

Persoalan lain, Amir Faisol menegaskan, bahwa, ” banyaknya ASN/pejabat dari luar daerah masuk ke Kabupaten Lampung Timur, yang saat ini sudah mencapai 57 orang. Hal ini sangat jelas akan membebani APBD. Dikarenakan Tukin ( Tunjangan Kinerja ) untuk ASN itu di bebankan kepada APBD. Diketahui bahwa beberapa diantaranya ASN adalah keluarga dari sang Bupati dan Sekdakab Lampung Timur ,” tegasnya.

Ditambahkan Amir, jika hasil peninjauan Sekda dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Timur, menyampaikan kepada awak media, bahwa buruknya hasil pekerjaan proyek pembangunan dan sangat mengecewakan akan tetapi kenapa tetap di cairkan.

” Saat ini, banyaknya kejanggalan dalam pemerintahan Kabupaten Lampung Timur. Seolah olah dengan sengaja menyakiti hati masyarakat yang saat ini masih terdampak covid-19. Salah satunya dengan sengaja mengabaikan hak pamong desa dengan tidak membayar gaji/siltap untuk triwulan ke empat. Mengingat para pemong desa telah lama mengabdi kepada bangsa dan negara. Kesimpulannya, bahwa Lampung Timur, sedang tidak baik-baik saja, dan terkesan kita sebagai masyarakat Lampung Timur saat sedang menghadapi penjajah di model baru. Kami meminta kepada Bapak Bupati, benar – benar dapat menjalankan amanah rakyat,” tutup Amir Faisol.

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *