Gerak Cepat Resmob Polres Kotamobagu, Akhirnya Terduga Pembunuhan di Tanoyan Berhasil Diringkus

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kotamobagu – Bentrok antar kelompok warga Desa Tungoi dan Tanoyan Selatan yang terjadi, Jumat (24/12) sekitar pukul 19.00 Wita, ternyata terus berlanjut hingga, Sabtu (25/12/21) pukul 02.00 Wita.

Akibat peristiwa bentrok itu, menyebabkan seorang warga Desa Tungoi 1, Inisial AB Alias Am harus meregang nyawa, diduga korban meninggal akibat tebasan benda tajam oleh terduga pelaku insial AP alias Din.

Informasi didapat, bentrok tersebut awalnya sudah bisa dilerai aparat keamanan. Namun, warga dari ke dua desa masih tetap bertahan di lokasi bentrok, yakni sekitar Pasar Desa Tanoyan Selatan yang menjadi pintu masuk keluar menuju lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Potolo.

Sebelum terjadi peristiwa, AB alias AM dan beberapa warga Tungoi berinisiatif melakukan negosiasi dengan warga Tanoyan, mereka hendak menanyakan penyebab penutupan akses jalan menuju lokasi pertambangan emas ilegal Potolo yang selama ini jalur itu biasa dilalui, tapi kemudian sudah ditutup alias di portal.

Na’as tak bisa dihindari, saat sedang bernegosiasi pada malam itu bersama dengan masyarakat, tiba-tiba ada salah satu warga (Oknum) yang kuat dugaan berdomisili di desa tersebut, langsung melayangkan parang dan mengena dibagian leher belakang korban AM.

Suasana pun langsung ricuh, pun begitu Pertikaian kembali terjadi, AB alias AM (Korban) dengan kondisi luka tersebut, masih berupaya lari dan menghindar untuk menyelamatkan diri, tapi apa daya, besok harinya dikabarkan sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa,” Beber sumber yang saat peristiwa malam itu bertepatan berada dilokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Pada malam itu juga, kata sumber, beberapa rekan-rekan dari korban AB sudah berusaha mencari AB, namun tidak ditemukan.

“Sebenarnya AB (Almarhum) datang hanya ingin menanyakan kenapa jalan yang biasa dilalui ditutup. Saat itu, tiba-tiba seseorang mengayunkan parang dan langsung menebas leher bagian belakang Almarhum,” Kata salah satu sumber (Warga) pada awak media.

Hingga berita ini naik tayang, suasana di lokasi pertikaian di Pasar Desa Tanoyan Selatan berangsung kondusif. Namun, aparat keamanan masih bersiaga mengantisipasi bentrok susulan.

Begitupun, terduga pelaku pembunuhan, inisial AP alias Din, kabarnya sudah diringkus oleh tim Resmob Polres Kotamobagu di Desa Pinolosian pada pukul 04:00 Wita, dan saat ini lagi mendekam di tahanan Polres Kotamobagu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kasat Reskrim AKP Angga Maulana ketika di hubungi Wartawan melalui pesan WhatsApp membenarkan penangkapan tersebut dan menurutnya terduga pelaku sudah di amankan.

Perlu diketahui, Bentrok antar kelompok di dua desa di kecamatan lolayan, yang terjadi pada Jumat (24/12/21) pukul 19:00 Wita, Hingga berlangsung Sabtu (25/12/21) Pukul 02:00 dini hari, tepatnya di pasar Desa Tanoyan Selatan (Red:Bolmong), Awalnya belum ada korban jiwa, nanti setelah bentrok susulan ke dua Terjadi, baru dikabarkan sudah ada korban jiwa, inisial AB alias AM warga Desa Tungoi 1.

Peristiwa menewaskan warga Desa Tungoi ini, dipicu perebutan jalur lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) Potolo, yang hingga saat ini masih begitu sulit dihentikan oleh Pemerintah dan APH.

 

Pewarta : Chandra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *