Kadiskominfo Kuningan sebut Gubernur pertama akui bahwa Kuningan “Miskin Ekstrim”

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kuningan Jabar – Pernyataan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kuningan Jawa Barat, DR.Wahyu Hidayah bahwa Kabupaten Kuningan masuk dalam katagori miskin ekstrim tentunya sangat menyedihkan.

“Kuningan masih banyak PR, Kemiskinan Ekstrim kalau diplesetin kemiskinan ekskrim, kita pak di Jawa Barat dari 5 kabupaten/kota, kita yang disebut Gubernur pertama. Tetapi setelah ada kita disebut Kuningan Ekstrim, apakah ada bantuan dari pemerintah pusat ? Enggak ada,” ungkap Wahyu Hidayah didepan anggota PWRI Kuningan Jabar dan PWRI Metro Lampung, Jumat (24/13) sore.

Akibat dampak dari kemiskinan ekstrim di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Ia menyampaikan, hingga tidak adanya fasilitasi anggaran bantuan dana hibah dari pemerintah bagi seluruh organisasi.

“Kabupaten Kuningan saat ini tidak ada dana hibah kepada organisasi media, tidak ada. Makanya waktu kami di Humas kami menghadap mitra-mitra yang sudah kita bangun. Contoh kita sudah melakukan tiga kali UKW (Uji Kompetensi Wartawan). Memang APBD tidak beda terlalu banyak, tetapi APBD Kuningan kalau dibagi luas wilayah dan jumlah penduduk, nilainya beda dengan yang ada di Kota Metro. Kita disini ada 32 kecamatan 361 desa,15 keluharan. APBD kami (Kabupaten Kuningan.red) di anggap tidak optimis, pak,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Wahyu Hidayah selaku Kadis Kominfo Kab.Kuningan juga mengakui memiliki sekolah/ Yayasan dan memegang salah satu Cabor.

“Saya juga di beberapa organisasi, di luar pemerintah. Saya ada yayasan MD (Madrasah Diniyah) hanya dapat bantuan BOP 3 juta setahun dan saya pegang cabor renang. Contoh saja di Kabupaten/kota lain, perhatian terhadap olahraga optimal. Tapi kita juga KONI saja, bisa dibandingkan. Bantuan ke organisasi PCNU, disini hanya 100 juta. Kalau organisasi wartawan belum ada. Disini ada 6 organisasi wartawan dengan jumlah wartawan 300 orang. Jadi memang fasilitasi, pemerintah daerah belum bisa membantu organisasi wartawan dan lainnya,” tuturnya.

Melihat berbagai persoalan itu, Wahyu Hidayah sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada DPC PWRI Kabupaten Kuningan yang mampu berdiri sendiri sejak tahun 2014 hingga sekarang tanpa bantuan pemerintah.

“Alhamdulillah, PWRI Kabupaten Kuningan, mandiri dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah. Karena kasusnya sama, kecuali semua organisasi dikasih, PWRI Kuningan tidak. Berarti itu dianak tirikan, jadi sama semua. Kita juga sangat terbantu oleh pemberitaan temen – temen media, pernah pak Bupati dapat penghargaan. Itu belas kasihan temen-temen media mengangkat pemberitaan Kuningan. Oleh karena, kami mengakui dukungan kepada temen-temen media sangat kurang,” tutup Wahyu.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.