Pengabdian dan sepak terjang perjalan karir Gatot Wijayanto

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Blora – Gatot Wijayanto, S.Pd. M.Pd. Pria kelahiran asli Grobogan 57 tahun yang lalu, lahir pada tanggal 2 Mei 1965 dari rahim seorang ibu bernama Yati yang kesehariannya sebagai petani dan pedagang klontong, Ayahnya bernama Supardjo sebagai Kamituwo Simo, Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan.

Gatot kecil mengenyam pendidikan di SD Negeri Simo 2 Kradenan Grobogan, Menginjak kelas tiga SD ayahnya meninggal. Sepeninggal ayahnya semangat untuk belajar mengalir kuat hal inilah yang melatarbelakanginya untuk terus mengenyam jenjang pendidikan agar jauh lebih baik dibanding dengan teman sebayanya.

Setelah lulus dari SD meneruskan di SMP Kristen 1 Purwodadi dilanjutkan SMEA Negeri Jepara.

Masa mudanya Gatot terus melanjutkan pendidikannya hingga ia hijrah kuliah di IKIP Semarang dengan D3 diteruskan S1 Universitas Negeri Semarang.

Tidak cukup sampai disitu, Gatot terus belajar meraih gelar tertingginya S2 di Universitas Negeri Yogyakarta lulus th. 2001.

Setelah tamat menyabet gelar Magisternya. Ia berkecimpung sebagai Ketua LSM Pati Education Watch sejak th. 2019 sampai sekarang. LSM yang bergerak dibidang pendidikan.

Bukan hanya di LSM, berkat kepiawaiannya ia dipercaya dilingkungannya jadi ketua RT selama 10 th dan Ketua RW 4 tahun.

Bukan hanya mahir dibidang pendidikan ia didampu sebagai Ketua club’ tenis Gatot Tenis Club.

Keahliannya terus berkembang ia juga menekuni sebagai konsultan pertanian melalu CV. Simo Pati yang bergerak di supplier bibit gabah, kedelai dan kacang hijau.

Gatot menikahi seorang Guru SMP N 1 Pati bernama Mahmudah Nuraini, dari hasil pernikahanya lahirlah dua anak bernama Danastri Shahnaz Putri dan Emeralda Firdausa Wijaya.

Ia sekarang mendapatkan tugas dari pemerintah sebagai pengawas SMK Jawa Tengah.

Dikatakanya, ia mempunyai 34 sekolah binaan tersebar di Kabupaten Pati, Rembang, Blora dan Purwodadi Grobogan.

Hampir setiap hari ia berangkat dari rumahnya (di Pati) setengah 5 pagi pulang sampai rumah jam 8 malam. Ia melakoninya sejak th.2017 saat dimana SMK bergabung dengan provinsi.

Disekolah binaannya ia menekankan Softskill kepada kepala sekolah dan guru adalah ontime/tepat waktu dan amanah artinya profesional.

Saat ini beliau juga dipercaya PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) kabupaten Pati untuk memimpin Majelis Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah)sejak tahun 2018 sampai sekarang.

 

 

Pewarta : Menco

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *