40 Warga Tertipu Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp800 Juta

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kotamobagu – Puluhan warga di Kota Kotamobagu, tertipu investasi bodong donor dana yang dijalankan NL alias Pipin (23) warga Bolmong Timur (Boltim) yang berdomisli di Kota Kotamobagu dan NYK alias Nancy (26) warga Kecamatan Kotamobagu Timur.

Kasus yang merugikan para korban dengan total Rp800 juta itu pun berhasil diungkap aparat kepolisian dari Polres Kotamobagu.

Kasus ini berawal dari postingan keduanya di media sosial (Medsos) yakni membuka donor member yang bunganya sekitaran 60 persen sampai 100 persen. Di mana, nasabah atau member menyetor Rp1.000.000, setelah 10 hari kemudian tersangka akan mengembalikan sebesar Rp.1.800.000.

Keduanya meyakinkan para korban bahwa donor dana milik mereka aman karena sudah dimulai sejak September 2021 sampai sekarang.

Polres Kotamobagu, Dipimpin Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid, SIK, didampingi Wakapolres Kotamobagu Kompol Rina Frilya SIK, Kasatreskrim Angga Maulana SIK, dan Kasi Humas Iptu Dewa Dwiayana menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus penipuan investasi bodong, di Mapolres Kotamobagu, Senin (3/1/2022).

AKBP Irham Halid, SIK, menjelaskan, dari tersangka NL terdapat 30 korban dengan kerugian mencapai Rp500 juta. Sementara, dari tersangka NYK terdapat 10 korban dengan kerugian mencapai Rp300 juta. “Masyarakat jangan tertipu investasi semacam ini yang menggunakan media sosial untuk menarik korban,” kata Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid, SIK.

Adapun barang bukti yang disita dari tersangka NL yakni satu unit mobil Toyota Agya, satu cincin emas 2 gram, satu unit HP, 2 buah buku tabungan masing-masing BCA dan BNI, 2 buah kartu ATM Bank BCA dan BNI.

Sedangkan dari tersangka NYK polisi berhasil menyita sebuah HP, buku tabungan BRI, serta buku tabungan para penyetor.

Tersangka NYK ditangkap tanggal 13 Desember 2021 di salah satu kelurahan di Kecamatan Kotamobagu Timur.
Sementara, tersangka NL ditangkap tanggal 14 Desember 2021 di rumah salah satu keluarganya di Wangurer Bitung.

“Kedua tersangka dijerat pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi Elektronik yang berbunyi : Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik dimana dipidana dengan penjara dengan hukuman selama 6 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar,” kata Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid, SIK.

 

Pewarta : Candra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *