Kejati Aceh Paparkan Hasil Kinerja Tahun 2021

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menggelar press rilis terkait capaian kinerja selama tahun 2021. Press Rilis berlangsung di Aula ruang serbaguna Kejati Aceh, Selasa 4 Januari 2022.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Dr. Muhammad Yusuf, hadir langsung pada kegiatan itu, didampingi Wakajati dan Para Asisten.

Kegiatan itu diliput oleh puluhan wartawan berbagai media di Kota Banda Aceh.

Capaian kinerja yang disampaikan antara lain meliputi capaian kinerja Bidang Pembinaan, Intelijen, Tindak Pidana Umum, Tindak Pidana Khusus, Perdata dan Tata Usaha, Pidana Militer dan Bidang Pengawasan.

Kajati Aceh juga memaparkan sejumlah penghargaan yang telah diperoleh Kejati Aceh dalam tahun 2021 termasuk mendapatkan Penghargaan dari Media Mitrapol. “Para wartawan juga diberikan kesempatan mempertanyakan perkembangan dari berbagai perkara yang ditangani oleh Kejati Aceh.

Kajati memaparkan, di bidang intelijen, untuk tahun 2021 ada 5 perkara yang ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan, dari 22 perkara penyelidikan yang dilakukan pada tahun 2021.

Dalam tahun 2021, pihak Kejati juga telah menangkap 15 orang dari daftar pencarian orang (DPO), sementara 33 DPO lainnya masih diburu.

Muhammad Yusuf juga mengungkapkan, bidang tindak pidana khusus, ada 8 perkara yang masuk tahap penyelidikan, dan 6 perkara sudah ditingkatkan masuk pada tahap penyidikan. Ia menyampaikan sejumlah perkara tindak pidana korupsi yang masih ditangani Kejati Aceh sampai tahun 2022.

Kajati juga menyampaikan jumlah perkara pra penuntutan, yaitu 2 perkara tindak pidana korupsi asal perkara penyidik Kejati Aceh. Selanjutnya 10 perkara Tipidkor asal perkara penyidikan Polda Aceh, 1 perkara pidana cukai dan 2 perkara pidana perpajakan.

Di bidang penindakan tindak pidana umum, sampai dengan bulan Desember 2021, Kejati Aceh mengusulkan 26 perkara untuk restoratif justice, dari 26 perkara yang diusulkan, 20 diterima sementara 6 lainnya ditolak.

Untuk tuntutan pidana mati, ada 64 perkara dalam kasus penyalahgunaan narkotika. 4 perkara kejahatan terhadap orang dan harta benda, serta 14 perkara pidana dengan tuntutan seumur hidup.

Dalam bidang perdata, Kejati Aceh mengaku berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 1 Triliun.

Sejumlah wartawan juga menanyakan terkait perkembangan sejumlah perkara yang saat ini belum berhasil diselesaikan oleh Kejati Aceh, seperti perkara dugaan korupsi kasus peremajaan sawit.

Kemudian, perkembangan perkara terkait tindak pidana pertambangan di Pulo Aceh, kasus dugaan korupsi pembanguan jembatan, dan dugaan pelanggaran kode etik oknum jaksa dalam kasus emas kurang kadar.

Wartawan MITRAPOL, dalam kesempatan itu juga menanyakan perkara tindak pidana ilegal mining, ilegal loging dan kasus BBM yang masuk ke Kejati Aceh dari Polda Aceh.

Kegiatan press rilis itu berlangsung hingga pukul 12.30 WIB.

 

Pewarta : Hidayat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.