Aktivis Jam-P-Banten duga pelaksanaan pembangunan Lapen di Desa Pasir Gadung tidak sesuai spesifikasi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Program Pemerintah dengan mengucurkan Dana Desa (DD) yang tidak sedikit di tiap-tiap desa sejatinya untuk memajukan suatu desa. Baik dari segi infrastruktur, perekonomian maupun pemberdayaan masyarakat.

Diharapkan program tersebut dapat direalisasikan oleh Aparatur Desa, agar kemajuan desa yang dipimpinnya dapat lebih baik.

Namun, sering kali kita mendengar Oknum-Oknum yang memanfaatkan jabatannya ‘menilep’ Dana Desa dengan berbagai macam cara guna memperkaya diri sendiri maupun golongannya.

Tidak beda dengan Desa Pasir Gadung Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang,belum lama ini juga merealisasikan program yang bersumber dari Dana Desa dengan pembangunan fisik, yaitu, Pelaksanaan Pembangunan Lapen Dikampung Babakan Kaju Dengan Volume 300x2x0,05 M. Dengan Nilai Rp.62.150.000,00 (Enam Puluh Dua Juta Seratus Lima Puluh Ribu) tahun anggaran 2021.

Menanggapi Hal tersebut, Ketua Aktivis JAM-P-BANTEN (Jaringan Aspirasi Masyarakat Peduli Banten), Sujana Akbar yang turut melihat langsung hasil pekerjaan pembangunan Lapen di Kampung Babakan Kaju, Desa Pasir Gadung pada hari Rabu (5/01/2022) menilai, secara teknis pekerjaan tersebut tidak maksimal.

Dia mengatakan , bila mengacu kepada spesifikasi dan teknis ( speek )pembangunan berstandar SNI, jalan Lapen harus memiliki ketebalan 4 sampai 5 cm dari Underlag, sementara hasil pantauan secara kasat mata, batu dasar atau batu underlag masih banyak yg terlihat dari permukaan jalan dan diperkirakan hanya memiliki ketebalan 2 cm.

Kemudian, penyiraman aspal (cotting) yang semestinya tiga kali tingkatan, tapi didapat keterangan dari warga sekitar pihak pekerja hanya menyiramkan aspal satu kali yaitu setelah pengamparan dan pemadatan batu 2×1 cm.papar Sujana.

Masih terang Sujana, Jadi secara kasat mata, pekerjaan pembangunan Lapen tersebut diduga ada pengurangan volume material yang meliputi pengurangan batu split pengurangan jumlah aspal. Dan ketebalannya juga setelah kita ukur hanya 2 cm.

Lanjut Sujana Akbar dengan temuannya dilapangan, ada dugaan pembangunan Lapen di Kampung Babakan Kaju tersebut sudah menyalahi aturan yang ada atau bisa disebut terjadi pengurangan volume.

Dengan pembangunan seperti yang didesa Pasir Gadung ini kita duga ada pengurangan volume dalam pembangunan Lapen tersebut,pungkas Sujana Akbar.

Sampai pemberitaan ini ditayangkan awak media mencoba mengkonfirmasi Ketua TPK Desa Pasir Gadung namun belum bisa dihubungi.

Selanjutnya saat mencoba mengkonfirmasi Kepala Desa Pasir Gadung (Nurmala) melalui Via telfon dan Pesan Whatssapnya tidak ada jawaban.

 

 

Peawarta : RS/AAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.